Gagal di Derby, Lazio Pecat Pioli

Gagal di Derby, Lazio Pecat Pioli

Berita Bola Liga Italia

Boleh kalah melawan siapa saja, asal jangan kalah dengan klub sekota. Kalimat tersebut layak diberikan kepada setiap pelatih yang menukangi SS Lazio. Akhir pekan lalu, pelatih Lazio, Stefano Pioli langsung dipecat usai tim yang diarsitekinya dipermalukan tim sekota, AS Roma.

Kekalahan di Derby terpanas di Italia tersebut tentu menjadi aib bagi klub. Di pertandingan tersebut, Lazio yang bertindak sebagai tuan rumah tak berdaya di hadapan AS Roma. Skor akhir 4-1 untuk kemenangan AS Roma tentu bukan menjadi hal yang diharapkan oleh para pendukung Lazio.

Usai laga Derby Della Capitale itu, manajemen Lazio menginfromasikan bahwa Stefano Pioli dipecat dari kursi pelatih Lazio. Stefano Pioli dianggap gagal mengangkat performa Lazio musim ini. Hingga pekan ke-31 Serie A musim 2015/2016, Lazio tertahan di posisi ke-8 klasemen. Lazio pun juga tersingkir dari ajang Europa League menyusul kekalahan memalukan 0-3 di kandang sendiri dari Sparta Praha.

Padahal, musim lalu Piolo mampu membawa Lazio finish di posisi ketiga klasemen akhir Serie A Italia, dan mendapatkan jatah tiket untuk berlaga di liga Champions. Tak hanya itu, Lazio juga berhasil diantarkan ke final Coppa Italia 2015. Namun musim ini Stefano Pioli gagal membawa Lazio bersaing dengan klub-klub papan atas Serie A lainnya.

Dengan materi pemain yang dimiliki saat ini, Lazio sebenarnya mampu bersaing dengan tim-tim papan atas Serie A Italia. Namun badai cedera dan juga masalah di ruang ganti membuat perjalanan Lazio musim ini bagaikan kapal Titanic.

Lazio sendiri menunjuk pelatih tim junior mereka, Simone Inzaghi untuk menggantikan Stefano Pioli Adik kandung Fillipo Inzaghi tersebut akan bertugas sebagai pelatih kepala Lazio hingga akhir musim. Simone Inzaghi sendiri adalah mantan pemain Lazio di awal 2000an yang namanya sempat melejit ketika sukses mencetak empat gol di ajang liga Champions.

Kini harapan pendukung Lazio digantungkan kepada Simone Inzaghi. Tugas Inzaghi pun tidak mudah. Dia harus mampu mengangkat performa Lazio agar bisa masuk ke peringkat lima besar agar bisa mendapatkan tiket kompetisi Eropa musim depan.