Juventus Segera Amankan Bek Tangguh Bayern Munich

Bursa Transfer

Musim depan, klub Serie A Juventus nampaknya akan menjadi tim dengan pertahanan terbaik, tak hanya di level Serie A saja tapi juga di level Eropa. Setelah mendapatkan tanda tangan bek kenan Barcelona, dani Alves beberapa pekan lalu, Si Nyonya Tua akan kembali kedatangan bek tangguh Bayern Munchen asal Maroko, Mehdi Benatia.

Mehdi Benatia yang selama dua musim terakhir bermain untuk raksasa Bundesliga Jerman, Bayern Munchen dikabarkan akan terbang ke kota Turin untuk menjalani tes medis. Jika semuanya berjalan dengan lancar, hari Jumat nanti Benatia akan resmi berseragam hitam putih Juventus.

Dari berita yang diturunkan oleh Sy Sport Italia, Benatia akan berstaus sebagai pemain pinjaman di musim pertamanya. Tapi Juventus memiliki opsi untuk membeli Benatia setelah satu musim berakhir dengan nilai transfer mencapai 20 Juta Euro. Di Juventus sendiri, Benatia kabarnya akan menerima gaji sebesar 3 juta Euro per tahun.

Mehdi Benatia sendiri bukanlah sosok yang asing di Serie A Italia. Sebelum bergabung dengan Bayern Munchen di musim 2014/2015, bek berusia 29 tahun itu pernah merumput bersama AS Roma dan Udinese. Dengan pengalamnnya, Benatia tak akan memerlukan waktu lagi untuk beradaptasi dengan sepakbola Serie A.

Minimnya menit bermain selama dirinya bermain untuk Bayern Munchen menjadi alasan utama dari kepindahan Benatia. Musim lalu, bek timnas Maroko tersebut hanya 14 kali di ajang Bundesliga Jerman. Padahal, harga Benatia saat dibeli Munchen dari AS Roma cukup mahal, yaitu 26 juta Euro. Benatia kalah bersaing dengan Javi Martinez dan Jerome Boateng.

Dengan bergabungnya Mehdi Benatia, Juventus akan menjadi tim dengan pertahanan terbaik di Eropa. Sebelumnya, Juve sudah mempunyai Gianluigi Buffon, trio BBC yang terdiri dari Bonucci, Barzagli serta Cheillini, Stephen Lichsteiner, Patrice Evra dan juga Dani Alves. Dengan deretan pemain belakang tersebut, Juventus siap menjadi tim dengan pertahana terkuat di Italia dan Eropa.

Juventus memang mempunyai ambisi besar di musim 2016/2017, yaitu mengangkat trofi Liga Champions. Sejak menjadi juara Serie A lima musim beruntun, Juventus tak pernah sekalipun bisa menjadi juara Liga Champions. Terakhir kali Juve masuk final pada perhelatan Liga Champions 2014/2015 dimana mereka dikalahkan oleh Barcelona.