Kisah Paling Kelam Tuan Rumah Piala Dunia

Kisah Paling Kelam Tuan Rumah Piala Dunia

kualifikasi Piala Dunia 2018

Setiap tuan rumah Piala Dunia pasti akan mengerahkan segala cara untuk dapat menyelenggarakan gelaran 4 tahunan ini secara meriah. Hingga hari ini, Brasil 2014 dianggap sebagai penyelenggara terboros. Sedangkan penyelenggara terbaik disematkan kepada Jerman pada edisi 2006. Selain itu, menjadi tuan rumah juga memberikan kekuatan tersendiri karena cukup efektif untuk mendukung negara tersebut untuk melangkah lebih jauh di kompetisi tersebut. Fakta menyebutkan bahwa hampir setiap tuan rumah selalu melangkah setidaknya sampai babak 16 besar.

Bahkan beberapa tuan rumah sukses menjadi juara di rumah sendiri seperti Perancis pada era 1998. Akan tetapi di balik itu, ada satu tuan rumah yang dianggap paling apes. Tuan rumah itu adalah Afrika Selatan. Sebagai negara yang lolos ke Piala Dunia 2010 melalui jalur sebagai penyelenggara, Afrika Selatan justru tumbang pada babak pertama atau penyisihan grup. Kala itu, mereka tergabung ke dalam grup A bersama Meksiko, Uruguay, dan Perancis.

Pada laga pertama, Meksiko menjadi lawannya dan laga berakhir dengan skor 1-1. Gol Shipiwe Tshabalala berhasil dibalas Rafael Marquez. Laga imbang cukup baik untuk debutan, namun tak cukup baik untuk menjadi modal melakoni laga selanjutnya. Melawan Uruguay, sang tuan rumah mendapatkan petaka dengan diusirnya salah satu punggawanya, Itumeleng Khune. Laga pun berakhir tragis, 0-3 untuk Diego Forlan dkk.

Namun di laga terakhir yang mempertemukan mereka dengan Perancis, Afrika Selatan justru tampil lebih baik. Hal itu juga didukung dengan diusirnya salah satu bintang Les Bleus, Yoann Gourcuff, di menit 25 atau 5 menit setelah Bongani Khumalo mencetak gol pertama. Tuan rumah kemudian bermain lebih lepas berhasil membukukan 21 gol tambahan pada menit 37 melalui kaki Katlego Mphela.

Juara 1998 itu hanya mampu membalas melalui Florent Malouda yang tak mengubah hasil akhir. Afrika Selatan akhirnya meraih 3 poin meski mereka tetap tak lolos ke babak 16 besar. Bila tak berhati-hati, Russia bisa saja mendapatkan nasib yang sama. Akankah sejarah kelam ini terulang?