Sarri, Pelatih Itali yang Buat Guardiola Tak Henti Memuji

Sarri, Pelatih Itali yang Buat Guardiola Tak Henti Memuji

Liga Inggris

“ (Maurizio) Sarri adalah salah satu yang terbaik. Sering kali kita menilai orang dari apa yang ia menangkan (gelar), namun sepakbola yang dimainkan oleh Napoli musim ini adalah hal yang luar biasa. Ia bekerja dengan sangat baik dan melihat Napoli bermain adalah sebuah pertunjukkan. Jika ia (Sarri) datang ke Premier League, maka sebuah kebanggaan bisa melawan dirinya.”  Ucap pelatih Manchester City Pep Guardiola dalam sebuah wawancara beberapa waktu lalu.

Guardiola yang disebut sebagai Filsuf sepakbola modern saja sampai mengatakan bahwa Napoli-nya Sarri adalah salah satu tim terbaik yang pernah ia hadapi. Lantas sehebat apakah Sarri ini?. Tiga tahun menjadi arsitek Napoli, Sarri sukses membuat Serie A lebih berwarna. Musim ini saja, tim asuhannya memaksa Juventus memastikan Scudeto dengan keringat lebih banyak dari biasanya.

Napoli jadi batu sandungan Juve. Memang, Sarri bukan pembentuk pondasi permainan Dries Mertens Cs. Mungkin Rafael Benitez dan pelatih sebelum sebelumnya adalah pembuat pakem tim yang bermarkas di San Paulo ini. Namun, dalam pemikiran Sarri lah pondasi itu disempurnakan. Hingga jadilah Napoli sebagai tim kuda hitam yang sangat kuat di Liga Italia.

Di tangan Sarri juga pemain-pemain macam Kalidou Koulibaly, Jorginho, Lorenzo Insigne hingga Dries Mertens berhasil disulap menjadi salah satu pemain kelas atas. Permainan ala Sarri sebetulnya juga sederhana, tak neko-neko. Permainan cepat, ball posession, dan pasing passing akurat jadi menu utama. Dengan formasi 4-3-3, peran kunci dipegang Jorginho. Kuartetnya bersama Marek Hamsik dan Allan jadi roh permainan Il Partenopei.

Dilansir WhoScored, musim lalu, Napoli jadi tim dengan rerata ball posession tertinggi di Serie A dengan 60,3%. Tak Cuma itu, akurasi passing anak-anak Naples juga jadi yang tertinggi se Serie A, yakni 87%. Di  lini depan, trio Dries Mertens, Jose Callejon, dan Lorenzo Insigne sangat mematikan. Jika dikalkulasi, setidaknya dua gol berhasil dibukukan Il Partenopei dalam satu laga. Juga 17,3 shots dilesakkan punggawa Napoli dalam satu laga.

Setelah Sarri sudah resmi melatih Chelsea, sorotan ada di skema permainan the blues untuk musim depan. Kemungkinan besar skema tiga bek ala pelatih Chelsea sebelumnya Antonio Conte sudah tak digunakan. Sarri datang ke Stamford Bridge tak sendirian. Ia membawa anak emasnya, Jorginho. Bisa dibayangkan begitu banyaknya gelandang the blues. Masih ada nama-nama tradisional macam N’Golo Kante, Timoutie Bakayoko, Cesc Fabregas, Ross Barkley hingga Danny Drinkwater.

Sudah bukan rahasia lagi jika pemilik klub Chelsea yakni Roman Abramovic begitu loyal untuk memecat pelatih jika target tim gagal tercapai. Kini beban ada di Sarri. Ia dituntut untuk sesegera mungkin beradaptasi dengan kerasnya liga terbaik sedunia ini jika tidak ingin riwayatnya seperti Conte dan Jose Mourinho.