Chelsea dibawah Tangan Dingin Maurizio Sarri

Chelsea dibawah Tangan Dingin Maurizio Sarri

Liga Inggris

Musim kompetisi 2017/18 English Premier League mungkin merupakan catatan terburuk dari Chelsea dari satu dekade silam, hanya bisa menempati peringkat kelima serta tidak bisa menempati posisi zona Champions League di akhir kompetisi tentu merupakan torehan buruk bagi Antonio Conte setelah berhasil menjuarai Premier League pada musim kompetisi 2016/17. Hal ini membuat geram Roman Abramovich,

Pada musim kompetisi 2011/12 Roberto Di Matteo berhasil membawa Didier Drogba cs menggodol trofi Kuping Besar, namun yang terjadi adalah pemencatan menjadi ‘hadiah’ dari sang pemiliki London Biru ini. Hal ini menguatkan isu bahwa Roman Abramovich memiliki pemilihan tersendiri dalam memilih pelatih yang diinginkan, hal serupa pun didapatkan oleh Antonio Conte setelah berhasil menjuarai Premier League kemudian musim selanjutnya pelatih asal Italia ini ditendang keluar dari Stamford Bridge.

Isu yang beredar banyak pelatih yang akan menahkodai skuad Eden Hazard dkk ini, mulai dari nama pelatih lama Carlo Ancelloti, Diego Simeone hingga Thomas Tuchel. Namun pada bursa transfer musim panas resmi dibuka justru pelatih yang sedang menangani tim asal Naples, Napoli yang menjadi incaran utama. Maurizio Sarri muncul sebagai kandidat terkuat untuk menukangi tim rival Arsenal ini.

Memiliki catatan yang impresif bersama Empoli dan Napoli membuat Roman Abramovich tertarik untuk menarik pria berkebangsaan Italia ini, torehan saat melatih Empoli pada musim 2012 hingga 2015 berhasil membawa Empoli kembali promosi ke kasta tertinggi di Italia, Serie A tentu merupakan sebuah prestasi yang melejitkan nama pelatih asli kelahiran Napoli ini. Selama kurang lebih tiga musim Empoli berhasil dibawanya bertahan di papan tengah tabel klasemen Serie A.

Hal ini yang menjadikannya pelatih utama Napoli pada musim kompetisi Serie A 2015/16, prestasi bersama Napoli pun tak kalam apik. Berhasil bertahan di puncak klasemen dan menggangu dominasi Juventus yang kala itu begitu berkuasa di Negeri Menara Pisa ini tentu semakin membuat nama Maurizio Sarri semakin menanjak. Kemudian pada awal musim kompetisi ini Chelsea menggaet pria berusia 59 ke London untuk menjadi sang juru taktik.

Hingga pekan kelima Premier League Inggris kualitas Maurizio Sarri terlihat jelas, membawa sang pemain kesayangan Jorginho bersamanya ke Chelsea membuat gaya permainan dan strategi yang sudah melekat berimbas positif pada performa Chelsea. Belum terkalahan dari lima laga serta kokoh menempati posisi puncak pada tabel klasemen liga domestik ditambah berhasil memenangkan laga pekan pertama pada ajang Champions League pun merupakan prestasi dari Maurizio Sarri sejauh ini. Lalu apakah Chelsea siap kembali bersaing bersama kandidat kuat lainnya pada musim kompetisi 2018/19 ini ? Konsistensi akan menjadi jawabannya.