The Man of Glass, Makin Tua Makin Menjadi

The Man of Glass, Makin Tua Makin Menjadi

Liga Jerman

Dalam kompetisi Bundesliga Jerman, nama Borussia Dortmund dan Bayern Munich tentu merupakan tim yang selalu memperebutkan gelar juara tiap musimnya terhitung dari sedekade terakhir. Seperti dua pacuan kuda yang dulu terjadi di La Liga dan Liga Skotlandia, Bundesliga Jerman terlihat tidak begitu seimbang antara satu tim dan lainnya. Namun hal ini tidak menghalangi pemain-pemain bintang untuk hijrah ke negara yang berhasil meraih tahta Piala Dunia 2014 silam.

Pada musim kompetisi 2018/19 ini pun Bayern Munich masih belum kehilangan nafasnya guna mengejar trofi Eropa dan Bundesliga, Niko Kovac yang memegang kendali ruang ganti kali ini berhasil membawa konsistensi pada The Bavarians. Ganjaran pemuncak klasemen sementara menjadi bukti nyata dari Thomas Mueller dkk. Namun setiap musimnya selalu ada satu pemain senior yang seakan menjadi sorotan.

The man of glass merupakan julukan dari pemain berusia 34 tahun kelahiran Belanda, Arjen Robben. Membela Bayern Munich semenjak musim kompetisi 2009/10 Bundesliga Jerman. Mantan pemain Chelsea dan Real Madrid ini berhasil menemui masa keemasannya di klub kebangaan Jerman, Bayern Munich. Hingga musim lalu selalu saja ada kendala bagi Arjen Robben untuk tampil penuh pada satu musim.

Julukan pemain kaca tak semata-mata disematkan pada pemain berkepala plontos ini, seringnya cedera yang dialami oleh pemain satu ini membuat dirinya tidak bisa memberikan kontribusi penuh pada tim. Pemain yang berhasil membawa tim nasional Belanda melaju hingga babak final Piala Dunia Afrika Selatan 2010 lalu ini, musim kompetisi 2018/19 ini tentu asa untuk bermain penuh pada satu musim mulai diusung.

Dan dari enam laga yang telah berjalan pada kompetisi Bundesliga, Robben berhasil membukukan lima kali penampilan dengan mencetak tiga gol. Kesempatan bermain yang kian jarang karena banyaknya pemain muda yang lebih impresif dan memang usia yang sudah menggerogoti tidak menghalangi Robben untuk selalu tampil maksimal saat diberi kesempatan. Dengan mengawali kompetisi dengan baik tentu harapan dapat memberikan kontribusi maksimal dan mampu mengangkat trofi kembali adalah tujuan utama.