Kontribusi Nyata Si Gempal

Kontribusi Nyata Si Gempal

Liga Italia

Memutuskan untuk hengkang dari AS Roma pada bursa transfer lalu tentu merupakan sebuah kehilangan besar bagi tim Serigala Ibu Kota, mengingat peran yang cukup sentral di lini tengah. Radja Nainggolan akhirnya memutuskan untuk menyebrang ke tim rival, Internazionale Milano. Mengenakan nomor punggung 44 pemain berusia 30 tahun ini menjelma menjadi sosok penting dalam tim asuhan Luciano Spalletti.

Berhasil memberikan dampak yang instan tentu membuat performa Internazionale Milano begitu impresif pada awal kompetisi musim 2018/19 Serie A Italia, meskipun baru mencetak sebiji gol pada kompetisi domestik. Namun performanya sebagai pemutus serangan di posisi gelandang bertahan dan berhasil mengalirkan bola ke depan bersama Antonio Candreva membuat Nainggolan menjadi sosok penting bagi tim hitam biru ini.

Terakhir kala menjalani laga UCL menghadapi PSV Eindhoven pada pertengahan pekan ini dalam ajang Champions League, kembali peran penting diemban oleh pemain keturunan Indonesia ini. Berhasil memberikan tekanan yang begitu impresif pada pertahanan lawan dan memeberikan kontribusi tambahan berupa satu gol yang membuat Internazionale Milano menyamakan kedudukan yang akhirnya bisa memenangkan laga dengan gol dari Mauro Icardi.

Tentu merupakan sebuah penampilan yang stabil darinya, hal ini akan membuat beberapa laga kedepan menjadi penting bagi pemain satu ini. Kestabilan performa dan emosi harus tetap terjaga, mengingat pemian satu ini memiliki emosi yang cukup tak stabil. Selama membela tim sebelumnya AS Roma pemain berkebangsaan Belgia ini telah mendapatkan total 33 kartu kuning dan mendapatkan total 2 kartu merah.

Hal ini tentu merupakan sebuah catatan yang buruk baginya, secepat mungkin harus bisa merubah kebiasaan buruknya tersebut. Namun selama bisa memberikan performa yang maksimal serta kontribusi pada tim tentu hal ini bisa dimaafkan, meskipun harus terus dibenahi dari laga ke laga. Untuk beberapa pekan ke depan fokusnya hanya tinggal membantu Internazionale Milano mengarungi sisa kompetisi domestik dan membantu membawa Internazionale berjalan sejauh mungkin dalam ajang Eropa, Champions League.