Author Archive Siska Yuniar

Prediksi Pertandingan Brazil vs Serba 27 Juni 2018

Prediksi Pertandingan Brazil vs Serbia 27 Juni 2018

Brazil akan menjalani partai terakhir di ajang Piala Dunia 2018 dengan menghadapi tim asal Eropa, Serbia. Pertandingan ini menurut rencana akan dihelat di stadion Otkrytiye Arena, pada hari Kamis (28/6/2018). Brazil wajib memenangkan partai terakhirnya ini untuk bisa lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2018 Russia.

Kemenangan di menit-menit akhir ketika melawan Kosta Rika sangat berarti bagi Selecao. Kemenangan itu membuat Brazil hanya membutuhkan satu kali hasil imbang untuk lolos ke babak berikutnya. Namun Brazil tentu tak ingin sekedar membawa pulang satu angka saja namun menargetkan kemenangan.

Pelatih Brazil, Tite akan menerapkan strategi menyerang total untuk laga ini. Semua pemain yang punya naluri menyerang akan coba dimainkan di pertandingan ini. Sebagai tim yang memiliki banyak penyerang hebat, produktivitas Brazil memang sangat jauh dari harapan. Tite harus mencari cara agar para penyerangnya bisa mencetak gol dengan mudah.

Neymar yang sukses membuka kran golnya akan tampil lagi sebagai juru gedor utama bersama dengan Gabriel Jesus. Pergantian mungkin akan dilakukan di sisi kanan dimana Tite akan menurunkan Douglas Costa yang tampil baik di laga sebelumnya dan mengistirahatkan Willian.

Di lapangan tengah tidak banyak perubahan yang dilakukan. Philippe Coutinho akan tetap menjadi jenderal di lini tengah bersama dengan Casemiro dan Paulinho. Sementara itu kuartet Fagner, Thiago Silva, Joao Miranda dan juga kapten tim, Marcelo akan berdiri di depan penjaga gawang andalan, Alisson.

Kubu Serbia sendiri tak akan tinggal diam. Permainan kolektif akan jadi andalan utama Nemanja Matic cs. Mau tidak mau, Serbia akan dipaksa bermain bertahan di pertandingan kali ini. Oleh karena itu, Serbia akan menjaga pertahanannya dengan sangat ketat untuk mencegah Brazil mengembangkan permainan. Penjagaan ketat kepada para penyerang Brazil mutlak dilakukan.

Pertandingan antara kedua tim ini akan berjalan dengan sangat ketat dan juga menarik. Brazil dibebani target untuk bisa menang agar lolos ke babak 16 besar. Sedangkan hasil imbang saja sudah cukup bagi timnas Serbia. Pertandingan ini sendiri diyakini akan berakhir dengan skor 1-0 untuk keunggulan timnas Brazil.

Tags, ,

Usai Kalah, Pelatih Argentina Bandingkan Messi Dengan Ronaldo

Usai Kalah, Pelatih Argentina Bandingkan Messi Dengan Ronaldo

Pelatih Argentina, Jorge Sampaoli memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kekalahan yang diderita oleh tim Tango dari Kroasia di babak grup Piala Dunia 2018. Di partai tersebut, Argentina secara mengejutkan harus mengakui keunggulan Kroasia dengan skor telak 3-0. Akibat kekalahan tersebut, Argentina harus berjuang mati-matian untuk lolos ke babak selanjutnya.

Lionel Messi tak berdaya saat bertemu dengan Kroasia di laga kedua babak grup D Piala Dunia 2018 Russia. Tiga gol bersarang ke gawang Argentina yang dijaga oleh Willy Caballero, masing-masing oleh Rebic, Ivan Rakitic dan juga Luka Modric. Ini menjadi salah satu kekalahan terbesar Argentina sepanjang sejarah keikutsertaannya di Piala Dunia.

Salah satu orang yang paling bertanggung jawab atas kekalahan Argentina ini adalah sang pelatih, Jorge Sampaoli. Menurut banyak pihak, Sampaoli telah salah dalam menerapkan strategi yang mengakibatkan permainan Argentina tak berkembang. Sang pelatih pun bersedia memikul tanggung jawab dan juga meminta maaf kepada seluruh rakyat Argentina akibat hasil buruk ini.

“Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya, khususnya kepada suporter Argentina yang telah berkorban banyak untuk bisa datang langsung ke Russia. Dan seperti yang sudah saya sebutkan, saya bertanggung jawab atas semua hal. Saya punya mimpi yang sama besarnya dengan yang lain. Saya sangat terluka. Saya mencoba sekuat tenaga namun saya belum bisa memberikan yang terbaik,” sesal Sampaoli.

Pelatih berkepala plontos tersebut juga mengomentari penampilan sang megabintang, Lionel Messi. Menurut Sampaoli, Messi tak bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya di pertandingan melawan Krosia karena dukungan yang minim dari rekan setimnya. Hal ini cukup berbeda dengan apa yang didapatkan oleh Cristiano Ronaldo bersama dengan timnas Portugal.

“Ronaldo adalah pemain yang luar biasa, Anda bisa melihat apa yang sudah diraih sepanjang karirnya. Untuk sekarang ini, kita tidak perlu membandingkan kedua pemain tersebut. Skuad Argentina hanya bisa membayangi kejeniusan Lionel Messi.  Dia (Messi) kurang maksimal karena pemain lain belum bisa menyatu dengan baik. Sebagai pelatih, saya harus menemukan solusi untuk permasalahan itu,” ujar mantan pelatih Sevilla tersebut usai pertandingan.

Tags, , , ,

Maroko Sebagai Tim Kosmopolitan

Maroko Sebagai Tim Kosmopolitan

Maroko berhasil lolos ke Piala Dunia Russia 2018 dan tergabung ke dalam grup B bersama duo tim kuat, Portugal dan Spanyol, serta tim kuat dari Asia, Iran. Walaupun Maroko sudah angkat koper lebih awal namun Maroko tidak menyerah tanpa perlawanan meraka menampilkan permainan terbaik dan kalah beruntung dari lawannya. Di balik semangat tim dari benua Afrika ini, ada fakta yang menyebutkan Maroko sebagai tim kosmopolitan. Hal itu tidak lepas dari banyaknya pemain Maroko yang lahir dan besar dari luar negaranya. Siapa saja mereka?

Sebut saja Mehdi Benatia. Nama Benatia jelas akan menjadi komponen penting timnas Maroko dalam perhelatan ini. Namun Benatia baru membela Maroko pada 2008 dan justru sempat membela tim junior Perancis. Hal itu nampak wajar karena bek Juventus ini lahir di Perancis dari ayah Maroko dan ibu Aljazair.

Tak hanya Benatia, ada juga nama Achraf Hakimi. Hakimi muncul pertama kali di tim Real Madrid arahan Zinedine Zidane. Dia bermain sebagai bek kanan dan muncul sebagai salah satu mutiara akademi Madrid. Sejak kecil, Hakimi sudah berada di Spanyol. Namun ia memutuskan untuk membela negara orang tuanya, yakni Maroko. Hakimi juga sempat menolak untuk dinaturalisasi timnas Belanda dengan iming-iming bermain di Piala Dunia. Sayangnya, justru tim Oranye yang tak lolos ke Russia.

Apabila ditotal, ada 17 dari 23 pemain terpilih yang berasal dari luar Maroko. Selain dua defender di atas, ada juga nama lain seperti dua kiper Yassine Bonou dari Kanada dan Munir Mohamedi dari Spanyol. Kemudian di barisan defender masih ada nama Romain Saiss Prancis dan Manuel da Costa dari Prancis. Kemudian di barisan midfielder Mbark Boussoufa, Karim El Ahmadi, Sofyan Amrabat, Nordin Amrabat, dan Hakim Ziyech yang sama sama dari Belanda. Lalu ada Younes Belhanda, Faycal Fajr, dan Amine Harit yang berasal dari Perancis. Serta Ait Bennasser dari Jerman dan Mehdi Carcela-Gonzalez dari Belgia. Di pos striker, ada nama Khalid Boutaib dari Prancis.

Mereka memilih Maroko adalah langkah yang tepat bila dibandingkan dengan Munir El-Hadaddi yang memilih Spanyol namun tak dipanggil sang pelatih karena kalah bersaing dengan nama besar skuad tim Matador.

Tags, ,

Prediksi Pertandingan Mesir vs Arab Saudi 25 Juni 2018

Prediksi Pertandingan Mesir vs Arab Saudi 25 Juni 2018

Duel antara dua tim terluka akan terjadi di laga penutup babak grup A yang mempertemukan wakil Asia, Arab Saudi dengan wakil Afrika, Mesir. Laga ini akan dihelat pada hari Senin (25/6/2018) di stadion Volgograd Arena. Kedua tim yang sama-sama berasal dari Timur Tengah ini akan tetap menampilkan permainan terbaiknya meski dipastikan gagal melaju ke babak selanjutnya.

Nasib buruk memang harus diterima oleh dua tim asal Timur Tengah tersebut. Arab Saudi yang menjadi wakil Asia menjadi lumbung gol di grup A ini. Sementara itu Mesir harus memendam keinginan untuk tampil lebih jauh setelah menderita dua kekalahan beruntun.

Pelatih Arab Saudi, Pizzi sedang berada dalam posisi yang sulit. Dia dibebani tugas untuk setidaknya meraih satu poin di ajang Piala Dunia 2018 ini. Perjuangan yang tentunya tak mudah mengingat Mesir adalah tim yang kuat dan punya serangan yang bagus. Tak mudah untuk membongkar pertahanan Mesir.

Arab Saudi akan tetap memainkan sepakbola dari kaki ke kaki yang selama ini menjadi ciri khasnya. Pemain-pemain yang akan punya peran besar bagi Arab Saudi diantaranya Al Sahlawi, Tasir Al Jassim, Motaz Hawsawi dan juga Fahad Muwallad.

Sementara itu kubu Mesir ingin menjadikan laga terakhir ini sebagai perpisahan manis dari Russia. Meski sudah dipastikan gagal melaju ke babak selanjutnya, Mesir akan berusaha untuk memberikan kado bagi rakyat Mesir berupa tiga poin penuh di laga pamungkas. Hadiah tiga poin tersebut tentu sudah lebih dari cukup untuk menyenangkan hati suporter Mesir.

Mohammad Salah akan tetap jadi andalan utama di lini depan Mesir. Penyerang yang baru mencetak satu gol di ajang Piala Dunia 2018 ini akan jadi sentral dari semua serangan timnas Mesir. Selain Mohammad Salah, pemain Mesir lain yang juga punya peran besar dalam tim antara lain Mohammad Elneny, Trezeguet, Ahmed Hegazi dan juga El Shenawy.

Laga ini nampaknya akan dikuasai oleh timnas Mesir. Dengan kualitas pemain yang lebih baik, Mesir akan mendominasi permainan sejak awal laga. Pertandingan antara Mesir melawan Arab Saudi pun akan berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan timnas Mesir.

Tags, ,

Prediksi Pertandingan Iran vs Spanyol 21 Juni 2018

Prediksi Pertandingan Spanyol vs Iran 21 Juni 2018

Spanyol akan melakoni partai kedua di ajang Piala Dunia 2018 Russia dengan menghadapi wakil Asia, Iran. Pertandingan kali ini akan dihelat di stadion Kazan Arena, pada hari Kamis (21/6/2018). Jika masih ingin lolos ke partai berikutnya, Spanyol wajib mengalahkan Iran di pertandingan kali ini. Sementara Iran sendiri akan mengincar hasil imbang untuk memperbesar peluangnya untuk lolos ke fase gugur.

Kedua tim menuai hasil berbeda di pertandingan pertama mereka masing-masing. Iran secara mengejutkan berhasil menumbangkan wakil Afrika, Maroko dengan skor tipis 1-0. Hasil tersebut membuat Iran untuk sementara memimpin grup B Piala Dunia 2018. Sementara Spanyol sendiri harus puas berbagi angka dengan Portugal di laga perdananya.

Tak bisa dipungkiri jika prahara di internal Spanyol menjadi biang keladi dari permainan buruk di laga perdana Piala Dunia 2018. Dipecatnya Julen Lopetegui dan penunjukkan Fernando Hierro dalam jangka waktu yang sangat singkat membuat internal Spanyol tidak kondusif. Terlepas dari hal tersebut, Spanyol harusnya bisa mengungguli Iran di laga ini.

Salah satu hal yang wajib diperbaiki oleh La Furia Roja adalah barisan pertahanannya. Tiga gol yang bersarang di laga perdana tentu bukanlah sesuatu yang layak untuk dibanggakan. Catatan khusus lainnya ada pada penjaga gawang utama, David De Gea. Blunder De Gea di laga melawan Portugal harus menjadi pelajaran berharga. Pemain Manchester United tersebut harus lebih fokus lagi dalam tiap pertandingan.

Soliditas lini belakang Spanyol seharusnya tak perlu diragukan karena ada nama-nama berkualitas seperti Sergio Ramos, Gerrard Pique, Nacho dan juga Jordi Alba. Kombinasi keempatnya punya peran vital dalam skema permainan Spanyol.

Di lini tengah, Hierro kemungkinan besar tak akan banyak merubah susunan pemainnya. Koke dan Sergio Busquets akan dipercaya untuk menjaga kedalaman. Sementara Andres Iniesta, David Silva dan juga Isco akan membantu lini depan.

Untuk lini depan sendiri, Spanyol akan tetap bertumpu kepada penyerang Atletico Madrid, Diego Costa. Pemain bengal tersebut mampu membuktikan diri sebagai penyerang haus gol dengan sumbangan 2 gol di laga perdana melawan Portugal. Suplai bola dari lini tengah sangat diharapkan oleh Costa untuk menambah pundi-pundi golnya.

Iran sendiri akan kembali menunjukkan pertahanan ketatnya di partai ini. Skema yang digunakan saat melawan Maroko akan kembali diperlihatkan oleh anak asuhan Carlos Quieroz tersebut. Pertahanan kuat dengan kombinasi serangan balik cepat akan menjadi senjata utama bagi Iran untuk kembali membuat kejutan di laga ini.

Spanyol tetap diunggulkan untuk bisa meraih poin sempurna di pertandingan kali ini. Karena sangat membutuhkan poin untuk menjaga kans untuk lolos ke fase berikutnya, Spanyol tentu akan bermain ngotot. Sementara itu Iran akan kembali bermain bertahan untuk setidaknya mencuri satu angka dari Spanyol. Laga ini sendiri diprediksi akan berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Spanyol.

Tags, ,

Real Madrid dan Manchester United Incar Bintang Muda Timnas Serbia

Real Madrid dan Manchester United Incar Bintang Muda Timnas Serbia

Penampilan gelandang muda timnas Serbia, Sergej Milinkovic-Savic bersama dengan timnas Serbia di Piala Dunia 2018 menarik banyak perhatian klub-klub besar Eropa. Pemain yang saat ini masih menjadi milik Lazio tersebut dikabarkan sedang dipantau oleh dua klub besar Eropa, Real Madrid dan Manchester United. Meski gencar diberitakan tengah dilirik oleh klub besar, Milinkovic-Savic tetap fokus bersama dengan timnas Serbia.

Talenta pemain bertubuh jangkung itu benar-benar terlihat di laga Piala Dunia yang mempertemukan Serbia dan Kosta Rika. Meski tak mencetak gol, Milinkovic-Savic beberapa kali menciptakan peluang berbahaya sekaligus menjadi jenderal di lini tengah Serbia. Meski usianya baru menginjak 23 tahun, Milinkovic-Savic tak canggung untuk menunjukkan aksi-aksi hebatnya.

Performa yang mengundang decak kagum tersebut agaknya tak membebani Milinkovic-Savic. Salah satu rekan setimnya yakni Dusan Tadic menyebut jika Milinkovic-Savic tidak terganggu dengan isu transfer yang sedang menggelayutinya. Tadic tetap yakin jika fokus dan konsentrasi pemain yang mencetak 10 gol bersama Lazio musim lalu tersebut tetap berada bersama dengan timnas Serbia.

“Dia pemain yang bagus, dia pemain muda. Dia bisa belajar banyak dengan talenta yang dimilikinya. Dia adalah masa depan sepakbola Serbia. Saya mengatakan kepadanya untuk tetap tenang dan berpikir positif. Dia dibutuhkan untuk membantu tim ini, untuk masalah masa depannya saya pikir dia bisa memikirkannya di lain waktu,” ujar Tadic.

Pujian lain juga disematkan oleh mantan penyerang Lazio asal Argentina, Hernan Crespo. Menurut Crespo, penampilan yang disajikan oleh Milinkovic-Savic di laga perdana Piala Dunia 2018 membuatnya layak berada di semua klub top Eropa. Secara spesifik, Crespo menyebut jika Milinkovic-Savic layak bermain di ajang Premier League.

“Milinkovic-Savic adalah pemain yang hebat. Dia pemain yang bisa bermain di beberapa posisi sekaligus. Jika dia memilih bermain di Premier League musim depan, maka hal itu akan menjadi luar biasa. Dia bermain sebagai box-to-box dengan sangat baik dan bisa menguasai lini tengah dengan sempurna. Saya pikir dia sudah siap untuk bermain di semua klub Eropa,” puji eks pemain Chelsea dan AC Milan tersebut.

 

Tags, , ,

5 Negara Kuat di Piala Dunia Russia Versi Messi

5 Negara Kuat di Piala Dunia Russia Versi Messi

Lionel Messi berhasil menyelamatkan negaranya dari rasa malu setelah nyaris tak lolos ke Piala Russia 2018. Messi mengeluarkan daya magisnya dengan hattrick yang mengubur mimpi Ekuador di babak play off. Namun alih-alih memperlihatkan optimismenya, La Pulga justru lebih menganggap 5 negara ini akan unggul di Piala Dunia kali ini. Negara mana sajakah itu?

Negara pertama adalah Jerman. Messi menganggap Jerman memiliki daya upaya dan modal yang cukup untuk mempertahankan gelar. Materi pemain dan kematangan bermain ala Jerman memang sangat merepotkan tim mana saja yang menghadapinya. Selain itu, Jerman juga didukung dengan rekor apik di kancah internasional. Messi nampaknya tak salah menyebut Der Panzer.

Selanjutnya ada negara dimana ia mengais rezeki, Spanyol. Khusus untuk Spanyol, bintang Barcelona menyebut negara ini memiliki salah satu skuad terbaik. Dan memang demikian, tim Matador diisi pemain hebat dan berpengalaman di setiap posisinya. Selain itu, Spanyol juga memiliki ciri khas permainan yang sudah melekat sejak lama. Pilihan Messi sangat masuk akal.

Selanjutnya ada negara yang disebut calon juara terkuat, Brasil. Brasil di Piala Dunia kali ini diisi trio yang sangat menjanjikan, Neymar, Coutinho, dan Gabriel Jesus. Selain itu, Brasil juga menunjukkan tajinya di partai penyisihan yang membuat mereka mulus masuk ke gelaran Russia. Sangat menarik bila Messi akan berhadapan dengan Neymar di partai puncak.

Selanjutnya ada negara rival terberatnya sepanjang masa, Portugal. Protugal masuk dalam radar Messi tentu salah satunya karena keberadaan Cristiano Ronaldo. CR7 dianggap sebagai salah satu pemain penting Portugal. Hal itu salah satunya dibuktikan dengan juaranya Selecao das Quinas di gelaran Eropa tahun 2016.

Sedangkan di peringkat 5, ada negara yang juga disebut memiliki skuad terbaik. Dia adalah Perancis. Tak dipungkiri, Perancis sedang masuk dalam golden era. Skuad ini dilengkapi dengan trio mautnya, Griezmann, Mbappe, dan Dembele yang terbukti dalam partai melawan Italia. Selain itu, Les Bleus juga sukses dalam laga penyisihan. Akankah Perancis bertemu Messi dan Argentina yang justru akan merepotkan sang alien?

Tags,

Pep Guardiola Enggan Kembali ke Barcelona

Pep Guardiola Enggan Kembali ke Barcelona

Pep Guardiola menegaskan jika dirinya tidak akan pernah kembali ke Camp Nou untuk melatih Barcelona, klub yang pernah membesarkannya. Menurut Guardiola, Barcelona adalah buku yang sudah ditutupnya sehingga mustahil bagi dirinya untuk kembali ke klub asal Catalan tersebut. Meski begitu, Guardiola tetap memberikan rasa hormat dan cintanya kepada Barcelona.

Guardiola menangani Barca dari kurun waktu 2008 hingga 2012. Lima tahun menangani Barcelona, Pep Guardiola berhasil membawa La Blaugrana dalam era keemasan. Dalam kurun waktu tersebut, Guardiola berhasil mempersembahkan tiga trofi La Liga, dua trofi Liga Champions Eropa dan beberapa trofi bergengsi lainnya. Tak heran jika Ia dianggap sebagai pelatih terbaik Barca yang sukses menciptakan sepakbola indah tiki-taka.

Dia masih mengasosiasikan diri sebagai pendukung setia Barcelona. Namun hubungan antara Pep dan Barcelona nampaknya tak akan lebih dari itu semua. Guardiola tak tertarik untuk kembali melatih Barcelona. Menurutnya pelatih berkepala plontos tersebut, masanya di Barca sudah selesai.

“Masa saya disana sebagai seorang pelatih telah usai karena level saya saat itu sudah jauh berbeda dengan sekarang ini. Saya mengalami masa indah disana. Itu adalah masa-masa yang fantastis ketika kami berhasil menjadi penguasa dunia dengan pemain-pemain yang luar biasa. Itu adalah generasi dari para pemain brutal dan juga pemain terbaik di dunia (Lionel Messi),” ungkap pelatih Manchester City tersebut.

Desas-desus yang beredar, Guardiola juga ditawari untuk menjadi Presiden Barcelona. Dengan rekam jejak sebagai pemain sekaligus pelatih sukses di Barcelona, jabatan Presiden nampaknya layak disematkan kepadanya. Namun lagi-lagi Guardiola enggan menanggapi hal tersebut dan menolak jika ditawari jabatan Presiden Barcelona.

“Presiden? Tidak. Saya adalah pelatih dan saya sangat bagus dengan apa yang saya kerjakan, Anda tidak bisa menjadi semuanya. Ketika saya berhenti melatih, saya akan bermain golf. Bagi saya, Barcelona adalah tim yang saya cintai sampai kapanpun,” tegas Guardiola.

Fokus utama Guardiola saat ini adalah membantu Manchester City menjadi penguasa Eropa. Pelan tapi pasti, Guardiola mulai membawa pengaruh yang sangat besar dalam upaya The Citizens dalam menjuarai Liga Champions Eropa.

Tags, ,

Manchester City, Jawara Penyumbang  Pemain Piala Dunia Russia

Manchester City, Jawara Penyumbang  Pemain Piala Dunia Russia

Setelah menjuarai Premier League musim 2017-2018, Manchester City kini tengah diambang rekor sebagai tim yang paling banyak menyumbangkan pemain di Piala Dunia. Saat ini, tercatat ada 17 pemain yang mereka sumbangkan, atau 2 lebih banyak yang pernah Arsenal catatkan pada edisi Jerman 2006. Siapa saja 17 pemain tersebut?. Untuk timnas Inggris sendiri, Citizens menampilkan nama Raheem Sterling, Kyle Walker, Fabian Delph, dan punggawa yang justru lebih banyak menepi, John Stones.

Dari 4 nama ini, Sterling dan Walker diyakini akan mendapatkan spot utama di starting XI Inggris ala Gareth Southgate. Kemudian untuk timnas Belgia, ada nama Vincent Kompany dan Kevin de Bruyne. Angka 17 pemain dapat saja menjadi 16 pemain mengingat Kompany dikabarkan mendapatkan cidera di sesi latihan beberapa waktu yang lalu. Selanjutnya ada timnas Brasil yang akan diisi striker Gabriel Jesus, kiper utama Ederson Moraes, midfielder Fernandinho, dan defender Danilo.

Ketiganya belum dapat dipastikan di posisi starter Brasil, namun tidak menggilnya bisa berarti kesalahan besar bagi pelatih Tite. Untuk timnas Jerman, Manchester City akan memberikan nama Ilkay Gundogan dan Leroy Sane. Dari dua nama ini, Leroy Sane dianggapa akan mendapatkan 1 posisi inti di sayap kiri Der Panzer. Kemampuannya sudah terbukti dengan menyabet predikat pemain muda terbaik Premier League musim ini.

Kemudian di kubu Argentina ada nama Sergio Aguero dan Nicolas Otamendi. Otamendi lebih diyakini akan mendapatkan spot inti di pertahanan Argentina. Selanjutnya ada nama David Silva yang mengisi pos midfielder Spanyol bersama Andres Iniesta. Lalu yang paling mengejutkan adalah pemanggilan Benjamin Mendy di skuad Perancis. Mendy sendiri hampir 1 musim penuh menepi karena cidera.

Dan nama terakhir adalah Bernardo Silva. Silva akan pulang ke Portugal dan akan mengisi pos kanan bergantian bersama Ricaro Quaresma. Bernardo sendiri memiliki kecepatan dan kemampuan dribble yang sangat baik. Sangat disayangkan bila ia tak dipanggil. Manchester City dan Pep Guardiola pastinya bangga. Namun di balik itu, mereka juga harap-harap cemas agar para pemainnya tak cidera pasca gelaran akbar ini.

Tags,

Duo Terpenting Uruguay

Duo Terpenting Uruguay

Di Piala Dunia 2018, Uruguay tergabung ke dalam grup A bersama tuan rumah Russia, Arab Saudi, dan Mesir. Melihat 3 negara yang akan menjadi lawannya, nampaknya Uruguay memiliki peluang yang cukup besar untuk dapat lolos ke babak 16 besar setidaknya dengan mengakhiri penyisihan grup di peringkat 2. Untuk target besar itu, pelatih Oscar Tabarez akan mengandalkan duo striker Luis Suarez dan Edinson Cavani di lini depan.

Kedua pemain ini berperan sangat sentral di lini depan Uruguay dalam beberapa tahun terakhir. Namun bisakah mereka membawa negaranya lolos dan berbicara banyak di Russia? Mari kita lihat lebih dalam. Edinson Cavani yang kini berusia 31 tahun telah menjadi striker utama PSG sejak kepergian Zlatan Ibrahimovic. Dalam 32 laga yang ia lakoni di Ligue 1, Cavani berhasil membukukan 28 gol. Selain itu, mantan striker Napoli ini juga mencatatkan rekor 6 kali assis.

Catatan ini tak bisa diremehkan 3 lawan Uruguay di grup A. Sementara Suarez di Barcelona juga mencatatkan rekor yang biasa. Dalam 33 laga La Liga, Il Pistolero membuahkan 25 gol.  Menariknya lagi, mantan striker Liverpool ini juga sempat membukukan 12 assis untuk kawan-kawannya termasuk Lionel Messi. Tak hanya itu, Suarez juga dapat diplot sebagai penyerang kiri dalam skema 4-2-3-1.

Namun banyak pihak Tabarez yang cukup sukses di Piala Dunia 2010 ini akan menggunakan pola standar 4-4-2 dengan langsung menduetkan Suarez dan Cavani dalam 1 garis.  Untuk memaksimalkan keduanya, sang pelatih tentunya juga akan menempatkan pemain sayap di sisi kanan dan kiri sebagai juru gedor tambahan. Maka dipilihlah Cristian Rodríguez dan Nahitan Nández. Duo terpenting Uruguay akan menjadi tumpuan utama. Namun bila terpaksa keduanya diganti, maka sang pelatih akan menurunkan Christian Stuani.

Meski tak memiliki nama sebesar Suarez dan Cavani, Stuani sempat menorehkan 21 gol dalam 33 laga bersama Girona di La Liga. Catatan tersebut cukup membuatnya menjadi pengganti utama duo termaut Uruguay. Mampukah mantan juara dunia ini berbuat banyak di Russia?

Tags, , ,