Mancini Masih Tertarik Kemampuan Buffon untuk Timnas Italia

Mancini Masih Tertarik Kemampuan Buffon untuk Timnas Italia

Mancini Masih Tertarik Kemampuan Buffon untuk Timnas Italia

Karir Gianluigi Buffon bersama dengan Juventus belum sepenuhnya berakhir. Hal itu didapat dari pernyataan pelatih baru Italia, Roberto Mancini. Menurut eks pelatih Lazio tersebut, Buffon berpeluang untuk tampil kembali bersama dengan timnas Italia. Meski usianya tak lagi muda, Mancini merasa kehadiran Buffon masih dibutuhkan oleh Gli Azzurri.

Buffon baru saja mengucapkan salam perpisahan kepada para pendukung Juventus. Setelah memperkuat Si Nyonya Tua selama hampir dua dekade, Buffon dan Juventus pun berpisah. Meski begitu, Buffon belum mau pensiun. Dia masih berusaha untuk tampil di level teratas. Mancini pun tak akan ragu dalam memberikan kesempatan untuk pemain berusia 40 tahun tersebut.

Sampai saat ini, Gigi Buffon sudah menorehkan 176 caps bersama dengan timnas Italia. Jumlah itu menjadikan Buffon sebagai pemain yang paling sering tampil untuk timnas Italia. Kegagalan Italia menembus putaran final Piala Dunia membuat sebagian pengamat memprediksi jika Buffon akan pensiun dari timnas. Namun sang pemain nampaknya tidak ingin gantung sepatu terlebih dahulu.

Roberto Mancini yang baru ditunjuk sebagai pelatih kepala timnas Italia pun siap memanggil kembali Buffon ke timnas. Menurut Mancini, dia sangat menghormati Buffon yang ingin selalu tampil di level teratas. Mancini pun tak segan untuk memberikan kesempatan bagi eks pemain Parma tersebut.

“Saya telah berbicara dengan Buffon. Dia masih ingin terus bermain dan seperti pemain yang masih aktif lainnya, dia masih punya kesempatan untuk kembali ke timnas. Saya memberi hormat terhadap kemauannya saat ini,” ujar Mancini.

Roberto Mancini memang langsung memimpin Gli Azzurri untuk tiga laga persahabatan sekaligus melawan Arab Saudi, Perancis dan Belanda. Dalam daftar skuad yang diumumkan, ada beberapa nama kejutan. Salah satunya adalah penyerang bengal yang bermain untuk OGC Nice, Mario Balotelli. Mancini sendiri tak ingin memberikan harapan palsu. Dia ingin membangun pondasi terlebih dahulu di era baru timnas Italia.

“Saya bukanlah pesulap. Saya sangat percaya diri. Ini adalah tim muda yang bisa tumbuh dengan baik. Mungkin hanya masalah waktu saja sebelum tim ini benar-benar menunjukkan kualitasnya.” ujar Mancio.

Tags, , ,

Gianluigi Buffon Segera Merapat Ke Tim Kaya raya Perancis

Gianluigi Buffon Segera Merapat Ke Tim Kaya raya Perancis

Penjaga gawang legendaris Italia, Gianluigi Buffon dikabarkan merapat ke jawara Ligue 1 Perancis, Paris Saint Germain. Menurut beberapa laporan yang ada, Buffon siap terbang ke Paris untuk menjadi bagian dari skuad PSG. Buffon sendiri menyatakan jika akan segera menentukan pilihannya setidaknya sebelum perhelatan Piala Dunia 2018 dimulai.

Gianluigi Buffon akhirnya memutuskan untuk hengkang dari Juventus setelah membela klub tersebut selama hampir 20 tahun lebih. Dedikasi Buffon kepada Juventus tentu tak perlu dipertanyakan lagi. Bersama dengan Juventus, Buffon telah mempersembahkan gelar bergengsi kepada Si Nyonya Tua. Pada akhirnya, Gigi Buffon memilih untuk meninggalkan Juventus di akhir musim 2017/2018 ini.

Kabar mengenai kepindahan Buffon ke PSG pertama kali terdengar dari mantan rekan setimnya di Juve dan timnas Italia, Andrea Pirlo. Pirlo tanpa sengaja membocorkan ke publik bahwa Buffon akan hengkang dari Juventus dan menuju Paris Saint Germain. Buffon sendiri enggan menanggapi kabar tersebut secara lebih lanjut.

Salah satu punggawa Paris Saint Germain yang berasal dari Italia yakni Thiago Motta berharap agar rekannya tersebut benar-benar merapat ke Parc de Princes, kandang PSG. Motta sendiri belum tahu pasti apakah Buffon akan memilih PSG. Namun eks gelandang Inter Milan tersebut akan sangat senang jika Buffon akhirnya berseragam PSG.

“Gigi Buffon adalah orang yang sangat jujur. Anda harus sangat jelas kepadanya sedari awal. Dari sisi saya, tentu saya sangat berharap jika Buffon benar-benar datang ke PSG. Usia bukanlah suatu penghalang. Jika dia datang, itu karena dia siap untuk datang. Dia tahu dirinya sendiri,” ujar Thiago Motta.

Motta menambahkan jika Buffon akan menjadi amunisi yang sangat bagus bagi PSG musim depan. Pengalaman dan kualitasnya di bawah mistar tentu tak terbantahkan lagi. Hal ini akan menjadi nilai plus tersendiri bagi kubu PSG.

“Buffon adalah sosok pribadi yang fenomenal. Seorang pemenang. Jika dia datang ke sini, semua orang akan paham tentangnya. Dia adalah seorang yang sangat positif. Dengan pengalaman yang dimilikinya sekarang, dia bisa memberikan dampak signifikan baik di luar maupun di dalam lapangan,” tambah Motta.

Tags, ,

Kiper Ideal Pengganti Superman

Daftar Kiper Keren Pengganti Superman

Kepergian Gianluigi Buffon dari Juventus membuat satu tempat di bawah mistar gawang Si Nyonya Tua menjadi lowong. Manajemen Juventus pun nampaknya akan segera bergerak cepat dalam mencari penjaga gawang baru yang tentunya lebih muda dari Buffon. Lalu, siapakah yang layak menggantikan si Superman di Juventus?

Saat ini ada nama penjaga gawang timnas Polandia, Wolijech Sczessny dalam skuad Juventus. Selama bergabung dengan Juventus, Sczessny memang lebih sering duduk di bangku cadangan. Dari segi kualitas, Sczessny tentu masih kalah jauh dengan Buffon. Oleh karena itu, manejemen Juventus nampaknya lebih memilih untuk mencari penjaga gawang baru.

Ada beberapa nama penjaga gawang yang layak menggantikan Buffon. Berikut ini adalah tiga nama penjaga gawang yang layak diperhitungkan untuk mengisi tempat yang ditinggalkan oleh Buffon.

  1. Mattia Perin

Nama pertama yang muncul adalah penjaga gawang Genoa, Mattia Perin. Sosok Perin tentunya sudah tidak asing lagi di telinga pencinta sepakbola Italia. Perin merupakan penjaga gawang pelapis Buffon di timnas Italia. Meski hanya membela klub papan tengah seperti Genoa, kemampuan yang dimiliki oleh Perin tak perlu dipertanyakan. Apalagi usia Perin masih terhitung muda untuk ukuran penjaga gawang.

  1. Jan Oblak

Jika mencari penjaga gawang yang sudah pasti tangguh dan punya banyak pengalaman, maka nama Jan Oblak bisa menjadi pilihan. Penjaga gawang Atletico Madrid ini punya kualitas yang sangat dibutuhkan oleh Juventus sepeninggal Buffon. Jan Oblak mampu membuktikan diri sebagai salah satu kiper top dunia saat ini. Namun Juventus harus bersusah payah untuk bisa mendapatkan tanda tangan pemain satu ini. Pasalnya, Atletico Madrid tentu tak ingin melepas Oblak begitu saja.

  1. Gigio Donnarumma

Nama terakhir yang juga masuk bursa pengganti Buffon adalah penjaga gawang muda AC Milan, Gigio Donnarumma. Di usia yang masih sangat muda, Donnarumma tentu sangat cocok bergabung dengan Juventus. Sayangnya, Donnarumma sudah diikat kontrak dengan durasi panjang oleh Milan. Oleh karenanya, Juventus harus menggelontorkan banyak uang jika ingin memboyong Donnarumma.

Itu tadi tiga nama yang bisa menjadi pilihan Juventus untuk menggantikan posisi Gigi Buffon. Ketiga nama tersebut punya kualitas dan kapasitas yang baik untuk mengawal gawang Juventus. Kita tunggu saja siapa penjaga gawang yang akhirnya dipilih oleh Juventus.

Tags, ,

Neymar ke Madrid Hanya Kebodohan Media

Neymar ke Madrid Hanya Kebodohan Media

Presiden Paris Saint Germain, Nasser Al-Khelaifi menanggapi rumor yang menyebutkan jika Neymar akan hengkang ke klub lain. Belakangan ini Neymar memang sering dikaitkan dengan kepindahan ke klub La Liga Spanyol, Real Madrid. Mendengar rumor tersebut, Naseer Al-Khelaifi menegaskan jika tak ada pemain yang lebih besar dari klub PSG itu sendiri.

Neymar baru bergabung satu musim saja bersama dengan raksasa Ligue 1, Paris Saint Germain. Di musim perdananya tersebut, Neymar sukses mempersembahkan 3 gelar domestik kepada PSG. Sayangnya di ajang Liga Champions Eropa Neymar gagal membawa PSG melangkah lebih jauh. Langkah PSG di Liga Champions terhenti di tangan Real Madrid.

Di penghujung musim 2017/2018, tiba-tiba muncul rumor yang menyebutkan jika Neymar akan kembali ke La Liga Spanyol dan bergabung dengan Real Madrid. Rumor yang terus menerus muncul itu membuat telinga para petinggi PSG menjadi panas. Salah satu orang yang paling terganggu dengan pemberitaan tersebut adalah Presiden PSG, Naseer Al-Khelaifi.

Presiden PSG yang berasal dari Qatar tersebut menegaskan jika tak akan menghalangi seorang pemain yang sudah ingin pindah. Al-Khelaifi pun menambahkan jika tak ada pemain yang lebih besar dari klub. Hal itu menjadi sinyal bahwa PSG siap melepas Neymar jika sang pemain memang sudah tidak betah lagi.

“Tidak ada satupun dan seorang pun yang lebih besar daripada klub, entah itu pemain atau pelatih. Klub akan selalu menjadi yang pertama. Jika seorang pemain tak bisa menerima hal tersebut dan tidak senang, maka saya persilahkan dia untuk pergi,” ucap Al-Khelaifi.

Di sisi lain, Al-Khelaifi mengaku sangat yakin jika Neymar tidak akan pergi ke klub lain dan terus setia bersama dengan PSG. Menurut Al-Khelaifi, berita yang beredar selama ini adalah sebuah kebohongan.

“Neymar sudah lelah dengan segala pemberitaan tentang masa depannya. Ayahnya mengatakan kepada saya bahwa masa depannya ada di Paris. Selama ini yang memberitakan Neymar akan pindah ke Real Madrid adalah media Spanyol. Bodoh jika kalian mempercayai itu semua,” ujar Presiden Paris Saint Germain tersebut kepada awak media.

Tags, , ,

Prediksi Pertandingan Polandia vs Chile 9 Juni 2018

Prediksi Pertandingan Polandia vs Chile 9 Juni 2018

Polandia rencananya akan berhadapan dengan Chile dalam laga uji coba pada jeda internasional FIFA. Pertandingan ini akan digelar di stadion INEA, Polandia pada hari Sabtu (9/6/2018). Partai ini akan dimanfaatkan oleh kubu Polandia untuk memilih formasi terbaik yang akan digunakan pada putaran final Piala Dunia 2018 Russia mendatang.

Pada edisi Piala Dunia ini, Polandia secara mengejutkan menjadi salah satu tim unggulan. Konsistensi yang ditunjukkan oleh Polandia selama beberapa tahun terakhir membuat mereka bersanding dengan tim-tim besar seperti Brazil, Jerman, Spanyol dan juga Perancis. Ini menjadi keuntungan sekaligus beban tersendiri bagi Polandia.

Polandia sendiri tergabung di grup H bersama dengan Jepang, Kolombia dan Senegal. Secara hitung-hitungan di atas kertas, kans Polandia untuk melaju ke fase berikutnya sebagai juara grup terbuka sangat lebar. Namun jangan sampai para punggawa mengalami kepercayaan diri yang terlalu tinggi karena hal itu bisa berakibat fatal.

Salah satu pemain kunci Polandia di pertandingan kali ini adalah Robert Lewandowski. Penyerang yang bermain di Bundesliga Jerman bersama Bayern Munchen tersebut tak hanya menjadi andalan utama di lini depan, tapi juga akan menjadi kapten tim. Selain Lewandowski, Polandia juga memiliki sosok Arek Milik yang bisa menjadi pilihan lain.

Di lapangan tengah, ada banyak sekali pilihan gelandang berkualitas mulai dari Piotr Zielinski, Kuba dan juga Grosicki. Sedangkan di lini belakang, Polandia bisa memainkan Kamil Gilk, Lukasz Pizczezk dan Lukasz Fabianski.

Chile sendiri merupakan salah satu tim yang gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2018. Hal ini sangat miris karena status Chile sebagai juara bertahan Piala Amerika. Meski tak ikut serta pada Piala Dunia 2018, Chile akan tetap berusaha untuk tampil baik dan menyulitkan tuan rumah Polandia. Chile memiliki sejumlah nama yang kualitasnya tak perlu diragukan lagi mulai dari Alexis Sanchez, Juan Murillo, Arturo Vidal hingga David Ospina.

Pertandingan ini tak akan mudah bagi kubu Polandia. Chile merupakan tim Amerika Latim yang memiliki banyak pemain berkualitas. Oleh karena itu, Chile sangat layak untuk dijadikan lawan tanding Polandia jelang pagelaran akbar Piala Dunia 2018 Russia.

Tags, ,

Prediksi Pertandingan Uruguay vs Uzbekistan 8 Juni 2018

Prediksi Pertandingan Uruguay vs Uzbekistan 8 Juni 2018

Juara dunia dua kali, Uruguay akan melakoni persahabatan FIFA melawan wakil dari benua kuning Asia, Uzbekistan. Pertandingan kali ini akan dilangsungkan di stadion Centenario Montevideo, Uruguay, pada hari Sabtu (8/6/2018). Uruguay yang menjadi tuan rumah di pertandingan ini diyakini mampu mengatasi perlawanan Uzbekistan dengan cukup mudah.

Semakin dekatnya perhelatan Piala Dunia 2018 membuat banyak tim mulai mempersiapkan diri dengan baik. Salah satu tim yang juga bersiap untuk menghadapi putaran final Piala Dunia 2018 adalah Uruguay. La Celeste yang pernah menjadi juara kompetisi ini sebanyak dua kali siap menghadirkan kejutan di Russia.

Pelatih kepala timnas Uruguay masih dijabat oleh Oscar Tabarez. Pelatih yang sudah satu dekade menangani timnas Uruguay tersebut masih belum kehilangan sentuhannya. Buktinya, federasi sepakbola Uruguay masih mempercayakan timnas kepadanya. Untuk mempersiapkan diri dengan baik di Piala Dunia 2018, Oscar Tabarez akan mencoba memainkan seluruh pemain terbaiknya. Laga melawan Uzbekistan ini sekaligus menjadi ajang seleksi bagi Tabarez.

Ada beberapa sektor yang nampaknya sudah tidak bisa diutak-atik lagi. Contohnya seperti di area lini depan. Di sektor tersebut bercokol dua penyerang hebat dunia yakni Luis Suarez dan Edinson Cavani. Keduanya merupakan senjata utama Uruguay di ajang Piala Dunia nanti dan tempatnya sudah paten di formasi inti Uruguay.

Di bagian lini tengah, Uruguay juga akan menurunkan seluruh pemain terbaik yang dimilikinya. Ada gelandang Inter Milan, Mattias Vecino, Daniel Laxalt, Nicola Roderio, Rodrigo Bentacur hingga Gaston Ramirez. Pemain-pemain yang malang melintang di kompetisi elit Eropa tersebut akan punya peran besar bagi timnas Uruguay.

Untuk lini pertahanan sendiri, Uruguay juga masih menggunakan nama-nama lawas. Sebut saja bek tangguh Atletico Madrid, Diego Godin, Martin Caceres, Sebastian Coates, Jorge Gimenez, Varela dan juga penjaga gawang berusia 31 tahun, Fernando Muslera.

Pertandingan kali ini nampaknya akan dikuasai sepenuhnya oleh tuan rumah Uruguay. Dengan perbedaan kualitas yang sangat jauh, Uruguay diprediksi mampu mengalahkan Uzbekistan tanpa kesulitan yang berarti. Meski begitu, Uruguay tetap tak boleh lengah karena Uzbekistan punya motivasi tinggi.

Tags, ,

Tinggalkan Gotze, Skuad Jerman Di Huni Pemain Muda Penuh Motivasi

Tinggalkan Gotze, Skuad Jerman Di Huni Pemain Muda Penuh Motivasi

Terjadi kejutan dalam pengumuman skuad sementara timnas Jerman pimpinan Joachim Low. Beberapa pemain ternama seperti Emre Can, Shkodran Mustafi hingga pahlawan kemenangan Jerman di Piala Dunia 2014 lalu, Mario Gotze dipastikan gagal masuk skuad Jerman di Piala Dunia 2018. Hal yang mengejutkan lain adalah, Low tetap memasukkan nama penjaga gawang Bayern Munchen yang masih cedera, Manuel Neuer.

Sebagai juara bertahan, ekspektasi publik terhadap Jerman tentu sangat tinggi. Namun, ada beberapa kendala yang dihadapi jelang bergulirnya Piala Dunia 2018 ini. Hilangnya beberapa pemain senior yang punya pengaruh seperti Miroslav Klose, Bastian Schweinsteiger hingga Lukas Podolski akan berpengaruh besar terhadap tim ini.

Dalam pengumuman skuad sementara, Joachim Low memanggil sebanyak 27 pemain. Dari 27 nam tersebut, nantinya hanya akan dipilih 23 orang saja untuk didaftarkan pada Piala Dunia 2018 mendatang. Beberapa kejutan terjadi dalam pemanggilan nama pemain tersebut. Salah satunya adalah tidak dipanggilnya pahlawan kemenangan Jerman di final Piala Dunia 2014 lalu, Mario Gotze.

Penampilan yang kurang stabil dari Mario Gotze bersama dengan Borussia Dortmund musim ini menjadi salah satu penyebabnya. Gotze gagal menjadi pemain utama di skuad Dortmund musim ini. Karena alasan itulah Joachim Low tak memanggil Gotze dan memanggil gelandang lain yang lebih produktif seperti Leon Goretzka, Sebastian Rudy dan Julian Brandt.

Salah satu keputusan lain yang juga mengejutkan banyak pihak adalah dipanggilnya penjaga gawang Munchen yang masih belum sembuh sepenuhnya dari cedera, Manuel Neuer. Jadi, Joachim Low memanggil empat kiper sekaligus yakni Bern Leno, Ter Stegen, Kevin Trapp dan juga Manuel Neuer. Low nampaknya masih berharap jika Neuer bisa sembuh tepat waktu.

Nama terkenal lain yang tak dibawa oleh Joachim Low adalah bek Arsenal, Shkodran Mustafi. Di ajang Euro 2016 lalu, Mustafi merupakan salah satu pemain kunci bagi Jerman. Namun untuk Piala Dunia 2018 ini, Mustafi tak dibawa oleh Low. Nampaknya permainan buruk Mustafi bersama dengan Arsenal musim ini menjadi alasan utamanya. Low bahkan lebih memilih Jerome Boateng yang sampai saat ini masih bermasalah dengan cedera.

Tags,

Melatih Klub Inggris Selain Arsenal adalah Pengkhianatan bagi Wenger

Melatih Klub Inggris Selain Arsenal adalah Pengkhianatan bagi Wenger

Kecintaan Arsene Wenger kepada Arsenal nampaknya tak terbantahkan lagi. Dalam sebuah sesi wawancara, pelatih asal Perancis tersebut mengungkapkan jika dirinya tak akan menangani klub Premier League lain, selain Arsenal. Menurutnya, menerima tawaran klub Premier League selain Arsenal adalah sebuah pengkhianatan. Wenger tak ingin dicap sebagai pengkhianat oleh suporter Arsenal.

Cerita indah selama 2 dekade lebih akhirnya terhenti di tahun 2018 ini. Arsene Wenger memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak bersama dengan Arsenal. Wenger pun menutup karir gemilangnya bersama Arsenal. Banyak pendukung Arsenal yang menyambut gembira keputusan tersebut, tapi tak sedikit juga yang sedih karena harus berpisah dengan Arsene Wenger.

Baru-baru ini ketika diwawancarai oleh tim media Arsenal sendiri, Wenger mengungkapkan betapa berat harus mengakhiri kebersamaan dengan Arsenal. Saking dalamnya kecintaan Wenger kepada Arsenal, pelatih yang usianya sudah setengah abad lebih tersebut memilih untuk hengkang dari Inggris untuk melatih klub lain.

“Sangat sulit bagi saya tanpa Arsenal. Untuk saat ini, jika saya ingin terus bekerja, saya pikir saya harus pergi ke dari Inggris karena perasaan saya sekarang ini. Akan menjadi sebuah pengkhianatan besar jika saya melatih klub Inggris selain Arsenal,” ungkap Wenger.

Selama menukangi Arsenal, Arsene Wenger memang sukses mempersembahkan berbagai trofi bergengsi mulai dari 3 gelar Premier League Inggris hingga beberapa gelar dari FA Cup, Piala Liga dan Community Shield. Sayangnya, di musim terakhirnya ini Wenger gagal mempersembahkan trofi sekaligus gagal membawa The Gunners ke ajang Liga Champions Eropa.

“Orang-orang mungkin akan berpikir jika saya telah merusak apa yang telah saya bangun di tempat ini. Itulah masalah yang saya hadapi saat ini. Klub saya adalah Arsenal, hati saya ada di sini dan akan tetap selamanya berada di sini. Sepert yang sudah pernah saya katakana, saya lebih dari sekedar pendukung Arsenal,” tutup Wenger.

Bagaimanapun juga, pendukung Arsenal harus mengucapkan banyak terima kasih kepada Arsene Wenger. Di bawah kendalinya selama dua dekade lebih, Arsenal berhasil menjelma sebagai tim kuat yang disegani di Inggris maupun Eropa.

Tags, ,

Tanpa Messi, Barcelona Gagal Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan

Tanpa Messi, Barcelona Gagal Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan

Rekor tak terkalahkan Barcelona musim ini akhirnya harus terhenti di tangan Levante. Di laga pekan ke-37 Divisi Primera La Liga Spanyol, Barcelona harus mengakui keunggulan tuan rumah Levante dengan skor 5-4. Ini adalah kekalahan perdana Barcelona di ajang La Liga musim 2017/2018. La Blaugrana pun gagal mempertahankan rekor tak terkalahkan di musim ini.

Pertandingan antara Levante melawan Barcelona memang berjalan dengan sangat seru. Di babak pertama, tuan rumah Levante secara mengejutkan mampu unggul dengan skor telak 4-1. Di babak kedua Barcelona berhasil bangkit dan dalam kurun waktu yang cukup singkat mampu menipiskan jarak menjadi 4-3. Namun tuan rumah Levante mampu mempertahankan jarak dan akhirnya sukses merebut kemenangan atas Barca.

Di pertandingan ini sendiri, Barcelona tampil tanpa pemain andalannya, Lionel Messi. Pelatih Barca, Ernesto Valverde secara mengejutkan tidak menurunkan Lionel Messi di laga ini. Tanpa Lionel Messi, permainan Barcelona memang sulit berkembang. Alhasil, mereka menelan kekalahan perdana di ajang La Liga 2017/2018.

Kekalahan ini disesali oleh pelatih Barcelona, Ernesto Valverde. Menurut Valverde, kegagalan Barcelona dalam mempertahankan rekor tak terkalahkan di penghujung musim ini adalah sesuatu yang sulit untuk diterima. Meski begitu, Valverde tetap menghargai perjuangan anak asuhnya yang sempat berpeluang untuk menyamakan kedudukan.

“Saya sangat marah karena tidak bisa menyelesaikan musim ini tanpa kekalahan. Namun tidak ada hal yang bisa saya perbuat terkait hal itu. Kami harus segera melihat ke depan. Ini adalah permainan yang sangat luar biasa dari lawan kami. Kami memberikan reaksi yang bagus, kami mampu mengecilkan defisit dan sangat dekat untuk menyamakan kedudukan,” ungkap Valverde usai laga.

Kekalahan ini memang tak membuat banyak efek bagi kontestasi La Liga Spanyol. Pasalnya, Barcelona sudah lebih dulu mengamankan gelar La Liga Spanyol musim ini. Kekalahan ini hanya berdampak pada rekor tak terkalahkan Barca yang terpaksa harus terhenti di tangan Levante. Masih ada sisa satu pertandingan lagi yang akan dimainkan oleh Barcelona. Laga di kandang sendiri tersebut harusnya bisa dimenangkan oleh La Blaugrana.

Tags, ,

Prediksi Pertandingan Meksiko vs Wales 29 Mei 2018

Prediksi Pertandingan Meksiko vs Wales 29 Mei 2018

Kontestan Piala Dunia 2018 asal Concacaf, Meksiko akan berhadapan dengan Wales dalam laga persahabatan pada jeda internasional. Pertandingan ini akan digelar di stadion Rose Bowl, California, Amerika Serikat pada hari Selasa (29/5/2018). Laga ini penting bagi Meksiko yang akan mempersiapkan diri jelang pagelaran akbar Piala Dunia 2018 di Russia.

Meksiko merupakan raksasa Concacaf yang diharapkan melaju sejauh mungkin di ajang Piala Dunia tahun ini. Namun untuk bisa lolos dari babak grup, Meksiko harus berjuang keras. Pasalnya, mereka akan berhadapan dengan lawan-lawan yang tak kalah tangguhnya di grup F mulai dari juara bertahan, Jerman, Swedia dan juga Korea Selatan.

Pelatih Meksiko Jose Osorio akan memainkan mayoritas pemain yang merumput di kompetisi elit Eropa. Sebagian besar pemain inti Meksiko memang tersebar di liga-liga papan atas Eropa. Oleh sebab itu, Osorio tak bisa melepaskan nama-nama tersebut begitu saja karena kontribusi mereka sangat dibutuhkan oleh tim.

Di lini depan, ada sosok penyerang lincah yang bermain di Premier League Inggris bersama dengan West Ham United, siapa lagi kalau bukan Javier Hernandez. Di lini tengah, Meksiko juga bisa mengandalkan gelandang serba bisa dalam diri Jonathan Dos Santos. Sedangkan di lini belakang ada Marquez dan juga Guilermo Ochoa.

Kubu Wales sendiri akan tampil lebih segar setelah kursi kepelatihan dipegang oleh legenda hidup mereka, Ryan Giggs. Eks pemain yang pernah bergelimang trofi bersama dengan Manchester United tersebut akan memberi warna baru bagi skuad timnas Wales.

Lini depan Wales akan dipercayakan kepada pemain yang merumput di Premier League Inggris, Sam Vokes. Selain itu ada juga megabintang yang bermain di Real Madrid, Gareth Bale. Sedangkan di lini tengah ada nama Joe Allen dan Aaron Ramsey. Untuk lini belakang ada sosok Ashley Williams dan Wayne Hennesey.

Pertarungan antara Meksiko melawan Wales ini akan berjalan dengan cukup ketat. Kedua tim memiliki kualitas yang tak terlalu berbeda jauh satu sama lain. Oleh karena itu, pertandingan ini akan berjalan dengan sangat menarik dan enak ditonton.

Tags, ,