Cetak Dua Gol, Hazzard Tuai Pujian

Cetak Dua Gol, Hazzard Tuai Pujian

Chelsea kembali meraih hasil positif usai mengalahkan AFC Bournemouth di ajang Premier League akhir pekan lalu. Bintang kemenangan The Blues di pertandingan tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah Eden Hazzard. Gelandang asal Belgia tersebut sukses menyarangkan dua dari empat gol yang dicetak Chelsea di pertandingan tersebut.

Bertindak sebagai tamu, Chelsea berhasil membuka keunggulan di menit kelima lewat sepakan winger asal Spanyol, Pedro Rodriguez. Chelsea mampu menggandakan keunggulan di menit ke-34 lewat Eden Hazzard. Dua menit kemudian tuan rumah mampu memperkecil ketinggalan melalui Elphick.

Di babak kedua, Chelsea berhasil menambah dua gol lagi masing-masing oleh Willian di menit ke-71 dan Eden Hazzard di injury time babak kedua. Kemenangan ini belum mengangkat The Blues dari peringkat ke-9 klasemen sementara Premier League.

Usai laga tersebut, pelatih interim Chelsea, Guss Hiddink memuji penampilan memikat anak asuhannya, terutama Eden Hazzard. Dua gol Eden Hazzard di laga tersebut membuktikan bahwa gelandang eksplosif tersebut masih bisa diandalkan oleh tim. Menurut Hiddink, Chelsea tidak boleh kehilangan pemain bernomor punggung 10 tersebut.

“Sangat penting bagi Hazzard untuk berada di Chelsea musim depan. Dia masih bisa diandalkan beberapa tahun ke depan. Dia merupakan pemain yang sangat penting bagi tim. Jika dia berada dalam kondisi prima, dia akan menjadi pemain kunci Chelsea musim depan,” ujar Guss Hiddink.

Performa Eden Hazzard musim ini memang terbilang mengecewakan. Dari 26 laga yang dijalaninya musim ini, Hazzard hanya bisa mencetak 2 gol saja. Ini jauh berbeda dengan torehannya musim lalu yang mampu menembus 14 gol. Bisa dibilang, musim 2015/2016 ini adalah musim terburuk Hazzard selama berseragam Chelsea.

Menurunnya performa Hazzard disebabkan oleh cedera paha yang menderanya di awal musim. Setelah pulih dari cedera, Hazzard tidak mampu kembali ke performa terbaiknya. Akibatnya, berhembus kabar jika Hazzard akan dilepas pada bursa transfer musim panas nanti.

Jika memang sudah tak dibutuhkan lagi oleh Chelsea, Hazzard sudah ditunggu oleh banyak klub elit Eropa. Klub-klub besar Eropa seperti Juventus, PSG dan Real Madrid siap menampung Hazzard jika dirinya benar-benar hengkang dari Premier League.

Tags, ,

Kembali ke Anfield, Rafa Benitez Ingin Kalahkan Liverpool

Rafael Benitez akan kembali lagi ke Anfield Stadium, kandang Liverpool. Namun, lawatan Benitez kali ini bukan untuk reuni atau bernostalgia, melainkan memimpin Newcastle United untuk berhadapan dengan Liverpool di ajang Premier League Inggris.

Newcastle United yang diarsiteki oleh Rafa Benitez masih berada di zona merah degradasi. Hingga pekan ke-34 Premier League, The Toon Army masih terjerembab di posisi ke-19 klasemen liga Inggris. Benitez sendiri yang baru ditunjuk bulan Maret lalu ditugaskan untuk mengamankan Newcastle dari jerat jurang degradasi.

Namun tugas itu cukup berat mengingat Newcastle akan bertandang ke kandang klub yang penampilannya sedang menanjak, yakni Liverpool. Dalam lima pertandingan terakhirnya, Liverpool mampu menuai empat kemenangan. Sejak kemenangan atas Borussia Dortmund di ajang Europa League, The Reds sekakan tak terhentikan.

Dalam empat laga terkahir, Liverpool berhasil menyarangkan 14 gol. Kemenangan terakhir Jordan Henderson cs. didapatkan tengah pekan lalu saat mempermalukan rival sekota mereka, Everton, dengan skor telak 4-0. Dengan peforma yang menanjak ini, nampaknya sulit bagi Rafa Benitez untuk meraih kemenangan di Anfield.

“Sebagai tim kami harus bekerja keras dalam penyerangan dan pertahanan. Liverpool mampu mencetak banyak gol, tapi kami kesana untuk menang,” ujar Benitez.

Di laga sebelumnya, Newcastle United mampu menahan imbang Manchester City dengan skor 1-1. Berbekal hasil tersebut, Rafael Benitez ingin mengulangi prestasi yang sama bahkan jika bisa harus meraih kemenangan dari Anfiled dan membawa pulang tiga poin.

Namun, Liverpool tentu tak akan membiarkan hal itu terjadi. Pelatih Liverpool, Juergen Klopp mengisyaratkan untuk tetap bermain all out melawan Newcastle United. Liverpool sendiri masih berupaya untuk mengamankan satu tiket ke kompetisi Eropa musim depan. Klopp pun menyambut kedatangan Benitez yang pernah sukses membawa Liverpool menjuarai liga Champions dengan tangan terbuka.

“Saya mengenalnya, saya menyukai Rafa. Dia adalah pelatih yang fenomenal. Dia tetap disanjung disini (Liverpool), takkan pernah ada yang melupakan momen-momen berharga saat dirinya disini. Tapi pertandingan tetap pertandingan. Liverpool akan tetap mengincar kemenangan di pertandingan nanti,” ungkap mantan pelatih Borussia Dortmund tersebut.

Tags, ,

Lazio Tak Berdaya di Kandang Juventus

Juventus memperpanjang rekor kemenangan beruntunnya di Serie A usai mengalahkan tamunya, Lazio. Di laga yang dihelat di Juventus Stadium tersebut, Si Nyonya Tua berhasil menundukkan Lazio dengan skor telak 3-0. Tiga gol Juventus masing-masing dicetak oleh Mario Mandzukic dan 2 gol dari Paolo Dybala.

Berkat kemenangan ini, Juventus hanya butuh dua kemenangan lagi untuk bisa memenangi gelar Serie A 2015/2016. Gianluiggi Buffon cs. masih bertengger di puncak klasemen Serie A Italia, unggul bersih 9 poin atas peringkat kedua, Napoli.

Usai tersingkir dari liga Champions, konsentrasi Juventus tertuju sepenuhnya ke Serie A. Tak heran jika sudah banyak korban berjatuhan dari performa gemilang anak asuhan Maximilano Allegri. Melawan Lazio, Allegri kembali menurunkan duet Paolo Dybala dan Mario Mandzukic di lini depan.

Pertandingan sendiri berjalan cukup berimbang di babak pertama. Meskipun begitu, Juventus lebih unggul dalam jumlah peluang. Penjaga gawang Lazio, Federico Marchetti harus berjibaku mengamankan gawangnya dari gempuran pemain-pemain Juventus.

Pertahanan Lazio akhirnya jebol juga di menit ke-38. Berawal dari umpan Sami Khedira, Mario Mandzukic yang berdiri bebas sukses membawa Juve unggul lewat golnya. Skor 1-0 untuk keunggulan Juventus bertahan hingga turun minum.

Awal babak kedua menjadi petaka bagi kubu Elang Ibukota. Bek kanan mereka, Patric diberi kartu merah. Lazio pun harus bermain dengan 10 orang pemain di sisa laga. Tiga menit setelah kartu merah tersebut Paolo Dybala mampu memperbesar keunggulan Juventus melalui titik putih.

Unggul jumlah pemain benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh Juventus. Serangan demi serangan terus dilancarkan ke barisan pertahanan Lazio. Juventus akhirya berhasil memperbesar keunggulan di menit ke-64 lagi-lagi melalui Paolo Dybala. Sepakan pemain asal Argentina tersebut tak bisa dihalau oleh Marcehtti.

Skor 3-0 untuk keunggulan Juventus bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Kemenangan ini membuat armada hitam putih bertengger perkasa di puncak klasemen sementara Serie A. Juventus hanya butuh tambahan 6 poin lagi untuk memastikan gelar Serie A kelima mereka secara beruntun.

Sementara bagi Lazio, kekalahan ini menjadi kekalahan pertama Lazio di bawah pelatih Simone Inzaghi. Lazio masih tertahan di peringkat ke-8 Serie A Italia di bawah Milan dan Sassuolo.

Tags, ,

AGS Timnas Inggris Siap Serbu Euro 2016

WAGS Timnas Inggris Siap Serbu Euro 2016

Istri dan pacar pemain timnas The Three Lions Inggris atau biasa disebut dengan WAGS akan tetap berangkat ke Perancis menemani pasangannya di ajang Euro atau Piala Eropa. Meskipun FA telah melarang para pemain timnas untuk bertemu dengan pasangan mereka selama Euro 2016 Perancis berlangsung, hal itu nampaknya tak menyurutkan langkah para WAGS timnas Inggris untuk datang ke perhelatan Euro 2016 nanti.

Sebelumnya, pelatih timnas Inggris, Roy Hodgson membuat peraturan berupa larangan bagi para pemain timnas Inggris untuk bertemu dengan istri maupun pacarnya selama Euro 2016 berlangsung. Hal itu dilakukan agar para pemain bisa fokus 100% untuk pertandingan.

Namun, Hodgson memberikan kelonggaran kepada para pemainnya untuk bertemu dengan istri dan pacarnya di waktu-waktu tertentu yang sudah ditentukan oleh manajemen timnas. Kelonggaran tersebut dianggap sebagai lampu hijau bagi perkumpulan WAGS timnas Inggris untuk menyerbu Perancis pada bulan Juni nanti.

WAGS timnas Inggris memang dikenal sebagai perkumpulan pasangan pesepakbola yang sering membuat heboh. Istilah WAGS sendiri pertama kali muncul di Piala Dunia 2002. Istilah tersebut digunakan media untuk merujuk beberapa istri dan pacar pemain timnas Inggris waktu itu yang dipimpin oleh Victoria Beckham.

Sejak saat itulah istilah WASG mulai banyak dipakai oleh banyak media. Kehadiran WAGS menjadi hiburan tersendiri di dunia sepakbola. Gosip-gosip seputar WAGS pesepakbola tak kalah dengan berita dari para pemainnya itu sendiri. Dan salah satu yang selalu ditunggu-tunggu oleh media adalah WAGS dari timnas Inggris.

Di Euro 2016 nanti, istri dari Wayne Rooney, Coleen McLoughin atau biasa dikenal dengan Coleen Rooney akan memimpin WAGS timnas Inggris. Wanita cantik yang sudah menikah sejak tahun 2008 tersebut menjadi WAGS paling senior diantara yang lain.

Selain Coleen McLoughin, WAGS yang diperkirakan akan hadir di perhelatan Euro 2016 nanti diantaranya Kimberley Crew (Joe Hart), Kate Goodland (Harry Kane), Melanie Slade (Theo Walcott), hingga yang terbaru Rebekah Becky Nicholson (Jamie Vardy).

Hadirnya WAGS di perhelatan Euro 2016 nanti tentu akan memberi warna tersendiri bagi turnamen tertinggi antar Negara Eropa tersebut. WAGS menjadi penyejuk di tengah panasnya persaingan memperbutkan trofi Piala Eropa 2016.

Tags, ,

Spurs Tempel Leicester di Puncak

Spurs Tempel Leicester di Puncak

Mimpi pendukung Tottenham Hotspurs untuk meraih gelar juara Premier League kembali terbuka. Hal ini menyusul kemenangan telak 4-0 atas tuan rumah Stoke City dalam lanjutan pekan ke-34 Premier League Inggris musim 2015/2016. Kemenangan tersebut membuat Spurs memangkas jarak poin dengan Leicester City menjadi 5 poin saja.

Laga yang dihelat di Brittania Stadium, kandang Stoke City tersebut menjadi ajang unjuk gigi dua pemain Spurs paling bersinar musim ini, Harry Kane dan Dele Alli. Kedua pemain tersebut masing-masing mencetak dua gol di pertandingan tersebut.

Anak asuhan Mauricio Pichettino mempunyai semangat berlipat usai mengetahui rivalnya, Leicester City hanya mampu bermain imbang dengan West Ham. Hasil tersebut menjadi motivasi para punggawa Spurs untuk menghidupkan kembali peluang juara mereka.

Laga baru berjalan Sembilan menit, Spurs sudah bisa unggul. Menerima umpan Mousa Dembele dari sisi lapangan, Harry Kane mampu melepaskan tendangan yang gagal diantisipasi oleh penjaga gawang Stoke City, Shay Given. Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan tim tamu.

Di sisa babak pertama, tak ada gol lagi yang tercipta. Skor 1-0 itu pun menutup paruh pertama laga. Di babak kedua, Stoke City maupun Spurs sama-sama bermain ngotot. Namun, keberuntungan nampaknya sedang hinggap di kubu The Lily White. Spurs kembali mencetak gol untuk menggandakan keunggulan.

Gol kedua Spurs tersebut datang dari kaki Dele Alli. Gelandang muda tersebut mampu mengkonversi umpan Christian Ericksen menjadi gol di menit ke-67. Tak berselang lama, giliran Harry Kane yang mampu memperbesar keunggulan Spurs, tepatnya di menit ke-71. Tambahan 2 gol di pertandingan tersebut membuat Kane memuncaki daftar top skor Premier League dengan torehan 24 gol.

Pesta Tottenham Hotspurs berlanjut di menit ke-82 lewat gol kedua Dele Alli di pertandingan tersebut. Alli kembali sukses mengkonversi umpan matang dari Christian Ericksen untuk menjadi gol. Skor pun berubah menjadi 4-0 untuk keunggulan Spurs.

Hingga akhir pertandingan, skor 4-0 untuk kemenangan Tottenham Hotspurs tetap bertahan. Tambahan 3 poin ini membuat Harry Kane cs. sukses mendekati pemuncak klasemen Premier League, Leicester City. Selisih poin keduanya kini hanya 5 poin saja. Persaingan menuju gelar Premier League musim ini dipastikan akan seru hingga akhir.

Tags, ,

Juventus Gunduli Palermo Empat Gol Tanpa Balas

Juventus Gunduli Palermo Empat Gol Tanpa Balas

Juventus semakin tak terbendung dalam perburuan gelar Scudetto musim ini. Anak asuhan Maximiliano Allegri tersebut berhasil mengandaskan perlawanan Palermo dalam lanjutan pekan ke-33 Serie A Italia. Paul Pogba cs. menggelontorkan 4 gol ke gawang Palermo tanpa bisa dibalas.

Tambahan tiga poin dari pertandingan tersebut membuat Juventus semakin kokoh di puncak klasemen Serie A. Si Nyoya Tua unggul bersih 9 poin atas rival terdekatnya, Napoli yang berada di peringkat kedua. Juve pun hanya butuh dua kemenangan lagi untuk memastikan Scudetto ke-4 secara beruntun.

Bermain di hadapan publiknya sendiri, Juventus menurunkan tim terbaiknya. Juve mengandalkan duet Paolo Dybala dan Mario Mandzukic di lini depan. Pertandingan baru berjalan 10 menit, Juve sudah berhasil unggul melalui sepakan Sami Khedira.

Bekerja sama dengan Paul Pogba, gelandang asal Jerman tersebut berhasil melepaskan tendangan volley yang tak bisa dihalau oleh penjaga gawang Palermo. Suka cita Juventus terganggu di menit ke-16 saat gelandang andalan mereka, Claudio Marchisio mengalami cedera yang cukup serius. Marchisio pun harus keluar dari lapangan.

Gol dari Sami Khedira itu sendiri menjadi satu-satunya gol yang tercipta di paruh pertama laga. Di babak kedua dominasi permainan masih dipegang oleh Juventus. Allegri sedikit merubah strategi dengan memasukan Simone Padoin dan Alvaro Morata untuk menggantikan Kheidira dan Paolo Dybala.

Pergantian tersebut ternyata langsung membuahkan hasil. Morata yang baru masuk sukses memberikan assist kepada Paul Pogba di menit ke-71. Tiga menit berselang, Juan Cuardado berhasil menambah keunggulan Juve lewat gol indahnya. Sebelum mencetak gol Cuardado berhasil mengelabuhi beberapa pemain bertahan Palermo.

Simone Padoin akhirnya menutup pesta gol Juventus malam itu lewat lesatan golnya di penghujung laga. Menerima umpan Morata, Padoin dengan mudah melesakkan bola ke gawang Palermo yang dijaga Sorenttino. Skor akhir Juventus unggul 4-0 atas tamunya Palermo.

Kemenangan ini patut dirayakan para punggawa Juventus. Dengan ini Juventus hanya butuh 6 poin lagi untuk memastikan diri keluar sebagai juara Serie A musim 2015/2016. Sementara bagi Palermo, kekalahan ini membuat mereka semakin terbenam di zona degradasi.

Tags, ,

Di Warnai Gol Offside, Inter Taklukan Napoli

Diwarnai Gol Offside, Inter Hancurkan Mimpi Scudetto Napoli

Peluang Napoli untuk mengejar Juventus sekaligus menjuarai Serie A musim 2015/2016 nampaknya semakin tertutup menyusul kekalahan dari tuan rumah Inter Milan. Dalam laga pekan ke-33 Serie A yang diselenggarakan di stadion Giuseppe Meazza tersebut, Napoli ditundukkan tuan rumah Inter dengan skor 2-0.

Kekalahan ini membuat anak asuhan Mauricio Sarri harus mulai melupakan Scudetto. Pasalnya, selisih poin dengan pemuncak klasemen akan semakin menjauh jika Juvetus berhasil mengalahkan Palermo. Posisi Napoli di peringkat kedua klasemen pun sudah diintai oleh AS Roma dan bahkan Inter Milan.

Di pertandingan itu sendiri, penyerang asal Argentina, Mauro Icardi kembali menjadi bintang bagi Inter Milan. Selain mencetak satu gol, Icardi juga menyumbang satu assist kepada Marcelo Brozovic. Tambahan satu gol ini membuat torehan gol Icardi menjadi 15, dan bertengger di peringkat kedua pada daftar pencetak gol terbanyak Serie A.

Tuan rumah langsung unggul cepat di menit ke-4 lewat sepakan Mauro Icardi. Lepas dari jebakan offside, suami dari Wanda Nara tersebut tanpa kesulitan menaklukan penjaga gawang Napoli, Pepe Reina. Gol Icardi sempat diprotes oleh para pemain Napoli karena dianggap offside. Dari tayangan ulang memang terlihat posisi Icardi sudah selangkah di depan pemain Napoli, namun wasit tetap mensahkan gol Icardi tersebut.

Jelang babak pertama berakhir, Inter berhasil menggandakan keunggulan lewat gelandang serang mereka, Marcelo Brozovic. Menerima umpan dari Icardi, Brozovic sukses membukukan gol untuk membawa Il Nerrazuri unggul di babak pertama pertandingan.

Di babak kedua, Napoli lebih menguasai permainan. Tertinggal dua gol membuat Il Partinopei berusaha keras untuk mengejar ketertinggalan. Namun rapatnya barisan pertahanan anak asuhan Roberto Mancini membuat pemain Napoli kesulitan. Ditambah dengan tidak adanya Gonzalo Higuain di lini depan, membuat serangan Napoli selalu mudah untuk dimentahkan.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 untuk keunggulan Inter Milan tetap bertahan. Kemenangan ini cukup penting bagi kubu tuan rumah yang mengincar satu tiket liga Champions di musim depan. Inter kini hanya berselisih tiga poin saja dari peringkat terakhir zona liga Champions.

Sementara untuk Napoli, kekalahan ini membuat langkah mereka untuk mengejar Juventus di puncak klasemen Serie A semakin berat. Jika berhasil menang melawan Palermo, Juventus akan unggul bersih 9 poin dari Napoli.

Tags, ,

Arsenal Pasrah Berada di Bawah Spurs

Arsenal Pasrah Berada di Bawah Spurs

Arsenal menjadi klub yang paling difavoritkan untuk meraih gelar Premier League musim ini. The Gunners sempat memimpin klasemen selama beberapa pekan dari akhir 2015 hingga awal 2016. Namun sayang, konsistensi kembali menjadi masalah anak asuhan Arsene Wenger ini sehingga mereka kembali keluar dari jalur perebutan title juara.

Bisa dibilang, peluang Arsenal untuk memenangi gelar Premier League musim 2015/2016 sudah tertutup. Mesut Ozil cs. tertinggal 10 angka dari pemuncak klasemen, Leicester City. Melihat hitung-hitungan di atas kertas, Arsenal akan sulit meriah gelar juara.

Kini target yang paling realistis bagi Arsenal adalah mengamankan tiket langsung ke babak grup liga Champions atau posisi ketiga klasemen. Arsenal kini masih bersaing ketat dengan Manchester City untuk mengamankan satu tiket langsung liga Champions. Keduanya hanya berbeda dua poin saja.

Di sisi lain, Arsenal juga berharap bisa mengejar dan menggeser saudara sekotanya, Tottenham Hotspurs dari peringkat kedua. Arsenal tertinggal enam poin dari Spurs, namun The Gunners masih menyimpan satu pertandingan. Oleh sebab itu, peluang untuk menggeser Tottenham menjadi lebih terbuka.

Penampilan Tottenham sendiri musim ini cukup meyakinkan. Spurs tanpa diduga mampu menjadi pesaing Leicester City dalam memperebutkan gelar juara Premier League musim ini. Penampilan Spurs tersebut cukup membuat pelatih Arsenal, Arsene Wenger kagum. Meskipun begitu, Wenger tak khawatir jika nanti di akhir musim Spurs berhasil berada di atas Arsenal.

“Kami belum berada di bawah Spurs. Tapi Tottenham selalu berada di atas kami sepanjang tahun dan mereka selalu bisa bertahan. Saya cukup realistis,” ungkap pelatih asal Perancis tersebut.

Sepanjang tahun 2016 ini, Arsenal memang lebih sering berada di bawah Spurs. Kegagalan dan kekalahan membuat posisi Arsenal sempat terjun bebas ke peringkat empat. Hal ini tentu bukan yang diinginkan oleh para pendukung Arsenal.

Di kesempatan yang sama, Arsene Wenger juga berbicara mengenai strategi transfer Arsenal musim depan. Menurutnya, Arsenal tidak akan melakukan pembelian besar-besaran di bursa transfer musim panas nanti.

“Tim ini memiliki kualitas yang sudah lebih dari cukup. Musim panas nanti, kami tidak akan membeli banyak pemain,” ungkap Arsene Wenger.

Tags, ,

5 Pesepakbola Terkenal yang Gagal Menembus Piala Dunia

Daftar Legenda Sepakbola yang Gagal Menembus Piala Dunia

Piala Dunia bisa dibilang sebagai kompetisi sepakbola tertinggi di dunia. Piala Dunia menjadi tempat dimana pemain-pemain terbaik yang mewakili negaranya berjibaku untuk membuktikan negara mana yang paling hebat dalam urusan sepakbola.

Banyak pemain-pemain hebat yang muncul dan ikut ambil bagian dalam Piala Dunia ini. Namun, ada beberapa pemain terkenal yang sepanjang karirnya belum pernah mencicipi ajang Piala Dunia. Siapa sajakah mereka? Berikut ini 5 pemain terkenal yang tak pernah mencicipi kerasanya kompetisi Piala Dunia.

1. Ryan Giggs
Legenda klub Manchester United ini ternyata tak pernah sekalipun mendapatkan kesempatan untuk bertanding di ajang Piala Dunia. Sepanjang karir professionalnya, Giggs gagal membawa negaranya, Wales, untuk menembus Piala Dunia. Sekarang Wales di era pemain termahal di dunia, Gareth Bale bermain sangat bagus dan berpeluang lolos ke piala dunia berikutnya namun sayang Giggs sudah lama gantung sepatu dari timnas.

2. George Best
Selain Giggs, satu lagi pemain legendaris United yang tak pernah bermain di ajang Piala Dunia, George Best. Pemain kontroversial ini mencapai puncak karirnya bersama dengan United di era 70an. Namun sayang, Best tak mampu membawa negaranya, Irlandia Utara untuk mencapai ajang Piala Dunia.

3. George Weah
Pemain asal Liberia ini menjadi orang Afrika pertama yang memenangi gelar pemain terbaik dunia. Bersama dengan AC Milan, Weah mencapai puncak kejayaan. Sayangnya, bersama timnas Liberia, Weah tak bisa berbuat banyak. Alhasil, selama 20 tahun lebih karir sepakbolanya, Weah tak pernah merasakan atmosfer Piala Dunia.

4. Alfredo Di Stefano
Nasib sial dialami oleh legenda Real Madrid ini. Di Stefano lahir dan besar di Argentina. Selama berkompetisi di Argentina, Di Stefano tak pernah dipanggil ke timnas Tango. Di Stefano akhirnya pindah ke Spanyol dan resmi menjadi warga Negara negeri Matador tersebut. Sialnya, Di Steafno tak diperkenankan untuk bermain di Piala Dunia bersama Spanyol karena dianggap memiliki kewarganegaran ganda. Hingga akhir karirnya, Alfredo Di Stefano tak pernah sekalipun berada di ajang Piala Dunia.

5. Eric Cantona
Satu lagi legenda Manchester United yang tak pernah bermain di Piala Dunia, Eric Cantona. Berbeda dengan pemain lainnya yang gagal membawa negaranya ke Piala Dunia, alasan utama Cantona tak pernah bermain untuk Perancis di Piala Dunia karena pemain ini memilih pensiun dini. Sungguh mengejutkan.

Itu tadi 5 pesepakbola terkenal yang tak pernah bermain di Piala Dunia. Pemain-pemain di atas bisa dibilang menjadi legenda di klubnya masing-masing. Namun sayang, di level timnas prestasi mereka berbanding terbalik.

Tags,

Bayern Sukses Amankan tiket Semifinal

Bayern Munich Segel Tempat di Semifinal

Bayern Munchen dipaksa bekerja ekstra keras untuk menyingkirkan Benifca di babak perempat final liga Champions. Pada leg kedua yang digelar di kandang Benfica, (14/4/2016), Bayern mampu memaksa hasil imbang 2-2 dengan tuan rumah. Hasil imbang tersebut sudah cukup untuk mengantar Bayern ke semifinal setelah di leg pertama, Bayern mampu unggul 1-0.

Benfica yang tak diunggulkan ternyata cukup merepotkan Bayern Munchen. Di leg pertama lalu, anak asuhan Pep Guardiola hanya bisa meraih kemenangan tipis 1-0 lewat gol semata wayang Arturo Vidal. Hasil tersebut tentu belum mengamankan Bayern Munchen di semifinal.

Di pertandingan itu sendiri tuan rumah Benfica dengan beranii bermain terbuka menghadapi raksasa Bavaria tersebut. Militansi pasukan Benfica terbayar di menit ke-27 ketika Raul Jimenez mampu membuka keunggulan.

Menerima umpan terobosan Eliseu, Jimenez yang dikawal dua pemain mampu melepaskan sundulan yang tak bisa dihalau Manuel Neuer. Benfica pun unggul atas Bayern Munchen, sekaligus menyamakan agregat menjadi 1-1.

Bayern Munchen yang ingin segera memastikan kemenangan akhirnya mampu mencuri gol di menit ke-38 lewat gol Arturo Vidal. Tendangan Vidal dari luar kotak penalti tak bisa diantisipasi oleh penjaga gawang Benfica, Ederson Moraes. Skor imbang 1-1 pun menutup paruh pertama pertandingan.

Di babak kedua pertandingan kembali berjalan dengan cukup sengit. Bayern Munchen yang sebenarnya sudah aman dengan skor imbang ini mampu kembali mencetak gol. Kali ini giliran Thomas Muller yang sukses menjebol gawang Benfica memanfaatkan sepak pojok. Skor berubah menjadi 1-2 untuk Bayern.

Tertinggal agregat tak membuat Benfica menyerah begitu saja. Di menit ke-76 Benfica mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat tendangan bebas cantik Talisca. Namun sayang, di sisa waktu yang ada tidak ada gol lagi yang tercipta. Skor imbang 2-2 akhirnya menutup pertandingan malam itu.

Hasil ini membuat Bayern Munchen secara total agregat unggul 3-2 atas Benfica. Dengan begitu, Bayern berhak menyusul Atletico Madrid, Manchester City dan Real Madrid di babak semifinal liga Champions. Undian babak semifinal sendiri akan dilangsungkan pada hari Jumat, (16/4/2016).

Tags, ,