Juventus Gunduli Palermo Empat Gol Tanpa Balas

Juventus Gunduli Palermo Empat Gol Tanpa Balas

Juventus Gunduli Palermo Empat Gol Tanpa Balas

Juventus semakin tak terbendung dalam perburuan gelar Scudetto musim ini. Anak asuhan Maximiliano Allegri tersebut berhasil mengandaskan perlawanan Palermo dalam lanjutan pekan ke-33 Serie A Italia. Paul Pogba cs. menggelontorkan 4 gol ke gawang Palermo tanpa bisa dibalas.

Tambahan tiga poin dari pertandingan tersebut membuat Juventus semakin kokoh di puncak klasemen Serie A. Si Nyoya Tua unggul bersih 9 poin atas rival terdekatnya, Napoli yang berada di peringkat kedua. Juve pun hanya butuh dua kemenangan lagi untuk memastikan Scudetto ke-4 secara beruntun.

Bermain di hadapan publiknya sendiri, Juventus menurunkan tim terbaiknya. Juve mengandalkan duet Paolo Dybala dan Mario Mandzukic di lini depan. Pertandingan baru berjalan 10 menit, Juve sudah berhasil unggul melalui sepakan Sami Khedira.

Bekerja sama dengan Paul Pogba, gelandang asal Jerman tersebut berhasil melepaskan tendangan volley yang tak bisa dihalau oleh penjaga gawang Palermo. Suka cita Juventus terganggu di menit ke-16 saat gelandang andalan mereka, Claudio Marchisio mengalami cedera yang cukup serius. Marchisio pun harus keluar dari lapangan.

Gol dari Sami Khedira itu sendiri menjadi satu-satunya gol yang tercipta di paruh pertama laga. Di babak kedua dominasi permainan masih dipegang oleh Juventus. Allegri sedikit merubah strategi dengan memasukan Simone Padoin dan Alvaro Morata untuk menggantikan Kheidira dan Paolo Dybala.

Pergantian tersebut ternyata langsung membuahkan hasil. Morata yang baru masuk sukses memberikan assist kepada Paul Pogba di menit ke-71. Tiga menit berselang, Juan Cuardado berhasil menambah keunggulan Juve lewat gol indahnya. Sebelum mencetak gol Cuardado berhasil mengelabuhi beberapa pemain bertahan Palermo.

Simone Padoin akhirnya menutup pesta gol Juventus malam itu lewat lesatan golnya di penghujung laga. Menerima umpan Morata, Padoin dengan mudah melesakkan bola ke gawang Palermo yang dijaga Sorenttino. Skor akhir Juventus unggul 4-0 atas tamunya Palermo.

Kemenangan ini patut dirayakan para punggawa Juventus. Dengan ini Juventus hanya butuh 6 poin lagi untuk memastikan diri keluar sebagai juara Serie A musim 2015/2016. Sementara bagi Palermo, kekalahan ini membuat mereka semakin terbenam di zona degradasi.

Tags, ,

Di Warnai Gol Offside, Inter Taklukan Napoli

Diwarnai Gol Offside, Inter Hancurkan Mimpi Scudetto Napoli

Peluang Napoli untuk mengejar Juventus sekaligus menjuarai Serie A musim 2015/2016 nampaknya semakin tertutup menyusul kekalahan dari tuan rumah Inter Milan. Dalam laga pekan ke-33 Serie A yang diselenggarakan di stadion Giuseppe Meazza tersebut, Napoli ditundukkan tuan rumah Inter dengan skor 2-0.

Kekalahan ini membuat anak asuhan Mauricio Sarri harus mulai melupakan Scudetto. Pasalnya, selisih poin dengan pemuncak klasemen akan semakin menjauh jika Juvetus berhasil mengalahkan Palermo. Posisi Napoli di peringkat kedua klasemen pun sudah diintai oleh AS Roma dan bahkan Inter Milan.

Di pertandingan itu sendiri, penyerang asal Argentina, Mauro Icardi kembali menjadi bintang bagi Inter Milan. Selain mencetak satu gol, Icardi juga menyumbang satu assist kepada Marcelo Brozovic. Tambahan satu gol ini membuat torehan gol Icardi menjadi 15, dan bertengger di peringkat kedua pada daftar pencetak gol terbanyak Serie A.

Tuan rumah langsung unggul cepat di menit ke-4 lewat sepakan Mauro Icardi. Lepas dari jebakan offside, suami dari Wanda Nara tersebut tanpa kesulitan menaklukan penjaga gawang Napoli, Pepe Reina. Gol Icardi sempat diprotes oleh para pemain Napoli karena dianggap offside. Dari tayangan ulang memang terlihat posisi Icardi sudah selangkah di depan pemain Napoli, namun wasit tetap mensahkan gol Icardi tersebut.

Jelang babak pertama berakhir, Inter berhasil menggandakan keunggulan lewat gelandang serang mereka, Marcelo Brozovic. Menerima umpan dari Icardi, Brozovic sukses membukukan gol untuk membawa Il Nerrazuri unggul di babak pertama pertandingan.

Di babak kedua, Napoli lebih menguasai permainan. Tertinggal dua gol membuat Il Partinopei berusaha keras untuk mengejar ketertinggalan. Namun rapatnya barisan pertahanan anak asuhan Roberto Mancini membuat pemain Napoli kesulitan. Ditambah dengan tidak adanya Gonzalo Higuain di lini depan, membuat serangan Napoli selalu mudah untuk dimentahkan.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 untuk keunggulan Inter Milan tetap bertahan. Kemenangan ini cukup penting bagi kubu tuan rumah yang mengincar satu tiket liga Champions di musim depan. Inter kini hanya berselisih tiga poin saja dari peringkat terakhir zona liga Champions.

Sementara untuk Napoli, kekalahan ini membuat langkah mereka untuk mengejar Juventus di puncak klasemen Serie A semakin berat. Jika berhasil menang melawan Palermo, Juventus akan unggul bersih 9 poin dari Napoli.

Tags, ,

Arsenal Pasrah Berada di Bawah Spurs

Arsenal Pasrah Berada di Bawah Spurs

Arsenal menjadi klub yang paling difavoritkan untuk meraih gelar Premier League musim ini. The Gunners sempat memimpin klasemen selama beberapa pekan dari akhir 2015 hingga awal 2016. Namun sayang, konsistensi kembali menjadi masalah anak asuhan Arsene Wenger ini sehingga mereka kembali keluar dari jalur perebutan title juara.

Bisa dibilang, peluang Arsenal untuk memenangi gelar Premier League musim 2015/2016 sudah tertutup. Mesut Ozil cs. tertinggal 10 angka dari pemuncak klasemen, Leicester City. Melihat hitung-hitungan di atas kertas, Arsenal akan sulit meriah gelar juara.

Kini target yang paling realistis bagi Arsenal adalah mengamankan tiket langsung ke babak grup liga Champions atau posisi ketiga klasemen. Arsenal kini masih bersaing ketat dengan Manchester City untuk mengamankan satu tiket langsung liga Champions. Keduanya hanya berbeda dua poin saja.

Di sisi lain, Arsenal juga berharap bisa mengejar dan menggeser saudara sekotanya, Tottenham Hotspurs dari peringkat kedua. Arsenal tertinggal enam poin dari Spurs, namun The Gunners masih menyimpan satu pertandingan. Oleh sebab itu, peluang untuk menggeser Tottenham menjadi lebih terbuka.

Penampilan Tottenham sendiri musim ini cukup meyakinkan. Spurs tanpa diduga mampu menjadi pesaing Leicester City dalam memperebutkan gelar juara Premier League musim ini. Penampilan Spurs tersebut cukup membuat pelatih Arsenal, Arsene Wenger kagum. Meskipun begitu, Wenger tak khawatir jika nanti di akhir musim Spurs berhasil berada di atas Arsenal.

“Kami belum berada di bawah Spurs. Tapi Tottenham selalu berada di atas kami sepanjang tahun dan mereka selalu bisa bertahan. Saya cukup realistis,” ungkap pelatih asal Perancis tersebut.

Sepanjang tahun 2016 ini, Arsenal memang lebih sering berada di bawah Spurs. Kegagalan dan kekalahan membuat posisi Arsenal sempat terjun bebas ke peringkat empat. Hal ini tentu bukan yang diinginkan oleh para pendukung Arsenal.

Di kesempatan yang sama, Arsene Wenger juga berbicara mengenai strategi transfer Arsenal musim depan. Menurutnya, Arsenal tidak akan melakukan pembelian besar-besaran di bursa transfer musim panas nanti.

“Tim ini memiliki kualitas yang sudah lebih dari cukup. Musim panas nanti, kami tidak akan membeli banyak pemain,” ungkap Arsene Wenger.

Tags, ,

5 Pesepakbola Terkenal yang Gagal Menembus Piala Dunia

Daftar Legenda Sepakbola yang Gagal Menembus Piala Dunia

Piala Dunia bisa dibilang sebagai kompetisi sepakbola tertinggi di dunia. Piala Dunia menjadi tempat dimana pemain-pemain terbaik yang mewakili negaranya berjibaku untuk membuktikan negara mana yang paling hebat dalam urusan sepakbola.

Banyak pemain-pemain hebat yang muncul dan ikut ambil bagian dalam Piala Dunia ini. Namun, ada beberapa pemain terkenal yang sepanjang karirnya belum pernah mencicipi ajang Piala Dunia. Siapa sajakah mereka? Berikut ini 5 pemain terkenal yang tak pernah mencicipi kerasanya kompetisi Piala Dunia.

1. Ryan Giggs
Legenda klub Manchester United ini ternyata tak pernah sekalipun mendapatkan kesempatan untuk bertanding di ajang Piala Dunia. Sepanjang karir professionalnya, Giggs gagal membawa negaranya, Wales, untuk menembus Piala Dunia. Sekarang Wales di era pemain termahal di dunia, Gareth Bale bermain sangat bagus dan berpeluang lolos ke piala dunia berikutnya namun sayang Giggs sudah lama gantung sepatu dari timnas.

2. George Best
Selain Giggs, satu lagi pemain legendaris United yang tak pernah bermain di ajang Piala Dunia, George Best. Pemain kontroversial ini mencapai puncak karirnya bersama dengan United di era 70an. Namun sayang, Best tak mampu membawa negaranya, Irlandia Utara untuk mencapai ajang Piala Dunia.

3. George Weah
Pemain asal Liberia ini menjadi orang Afrika pertama yang memenangi gelar pemain terbaik dunia. Bersama dengan AC Milan, Weah mencapai puncak kejayaan. Sayangnya, bersama timnas Liberia, Weah tak bisa berbuat banyak. Alhasil, selama 20 tahun lebih karir sepakbolanya, Weah tak pernah merasakan atmosfer Piala Dunia.

4. Alfredo Di Stefano
Nasib sial dialami oleh legenda Real Madrid ini. Di Stefano lahir dan besar di Argentina. Selama berkompetisi di Argentina, Di Stefano tak pernah dipanggil ke timnas Tango. Di Stefano akhirnya pindah ke Spanyol dan resmi menjadi warga Negara negeri Matador tersebut. Sialnya, Di Steafno tak diperkenankan untuk bermain di Piala Dunia bersama Spanyol karena dianggap memiliki kewarganegaran ganda. Hingga akhir karirnya, Alfredo Di Stefano tak pernah sekalipun berada di ajang Piala Dunia.

5. Eric Cantona
Satu lagi legenda Manchester United yang tak pernah bermain di Piala Dunia, Eric Cantona. Berbeda dengan pemain lainnya yang gagal membawa negaranya ke Piala Dunia, alasan utama Cantona tak pernah bermain untuk Perancis di Piala Dunia karena pemain ini memilih pensiun dini. Sungguh mengejutkan.

Itu tadi 5 pesepakbola terkenal yang tak pernah bermain di Piala Dunia. Pemain-pemain di atas bisa dibilang menjadi legenda di klubnya masing-masing. Namun sayang, di level timnas prestasi mereka berbanding terbalik.

Tags,

Bayern Sukses Amankan tiket Semifinal

Bayern Munich Segel Tempat di Semifinal

Bayern Munchen dipaksa bekerja ekstra keras untuk menyingkirkan Benifca di babak perempat final liga Champions. Pada leg kedua yang digelar di kandang Benfica, (14/4/2016), Bayern mampu memaksa hasil imbang 2-2 dengan tuan rumah. Hasil imbang tersebut sudah cukup untuk mengantar Bayern ke semifinal setelah di leg pertama, Bayern mampu unggul 1-0.

Benfica yang tak diunggulkan ternyata cukup merepotkan Bayern Munchen. Di leg pertama lalu, anak asuhan Pep Guardiola hanya bisa meraih kemenangan tipis 1-0 lewat gol semata wayang Arturo Vidal. Hasil tersebut tentu belum mengamankan Bayern Munchen di semifinal.

Di pertandingan itu sendiri tuan rumah Benfica dengan beranii bermain terbuka menghadapi raksasa Bavaria tersebut. Militansi pasukan Benfica terbayar di menit ke-27 ketika Raul Jimenez mampu membuka keunggulan.

Menerima umpan terobosan Eliseu, Jimenez yang dikawal dua pemain mampu melepaskan sundulan yang tak bisa dihalau Manuel Neuer. Benfica pun unggul atas Bayern Munchen, sekaligus menyamakan agregat menjadi 1-1.

Bayern Munchen yang ingin segera memastikan kemenangan akhirnya mampu mencuri gol di menit ke-38 lewat gol Arturo Vidal. Tendangan Vidal dari luar kotak penalti tak bisa diantisipasi oleh penjaga gawang Benfica, Ederson Moraes. Skor imbang 1-1 pun menutup paruh pertama pertandingan.

Di babak kedua pertandingan kembali berjalan dengan cukup sengit. Bayern Munchen yang sebenarnya sudah aman dengan skor imbang ini mampu kembali mencetak gol. Kali ini giliran Thomas Muller yang sukses menjebol gawang Benfica memanfaatkan sepak pojok. Skor berubah menjadi 1-2 untuk Bayern.

Tertinggal agregat tak membuat Benfica menyerah begitu saja. Di menit ke-76 Benfica mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat tendangan bebas cantik Talisca. Namun sayang, di sisa waktu yang ada tidak ada gol lagi yang tercipta. Skor imbang 2-2 akhirnya menutup pertandingan malam itu.

Hasil ini membuat Bayern Munchen secara total agregat unggul 3-2 atas Benfica. Dengan begitu, Bayern berhak menyusul Atletico Madrid, Manchester City dan Real Madrid di babak semifinal liga Champions. Undian babak semifinal sendiri akan dilangsungkan pada hari Jumat, (16/4/2016).

Tags, ,

Jegal PSG, Manchester City Ukir Sejarah Baru

Jegal PSG, Manchester City Ukir Sejarah Baru

Gol Kevin De Bruyne di menit-menit akhir pertandingan memastikan satu tiket semifinal liga Champions untuk Manchester City. Gol pemain Belgia tersebut mengantarkan The Citizens menang atas tamunya, Paris Saint Germain di leg kedua babak perempat final liga Champions, sekaligus unggul dengan agregat 3-2.

Di pertemuan pertama di kandang PSG, City mampu bermain imbang 2-2. Dua gol tandang benar-benar dimanfaatkan dengan sempurna oleh pasukan Manchester Biru. Anak asuhan Manuel Pellegrini tersebut pun mencatatkan rekor baru bagi klub, karena untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub, Manchester City mampu melaju hingga babak empat besar liga Champions Eropa.

Di pertandingan itu sendiri, Manchester City menurunkan skuad terbaiknya dengan Sergio Aguero di lini depan. Sedangkan PSG yang diasuh Laurent Blanc juga memasang pemain-pemain terbaiknya di pertandingan yang dihelat di Ettihad Stadium tersebut, termasuk penyerang andalan mereka Zlatan Ibrahimovic.

Babak pertama lebih dikuasai oleh tuan rumah. Beberapa kali The Citizens mampu mengancam gawang PSG yang dijaga oleh Kevin Trapp. Tuan rumah berpeluang membuka skor ketika wasit memberi hadiah penalti kepada Manchester City di menit ke-30.

Hadiah penlti tersebut diberikan usai Kevin Trapp menjatuhkan Aguero di kotak terlarang. Aguero sendiri yang menjadi algojo gagal mencetak gol setelah tendangannya melebar. Skor imbang tanpa gol pun menutup babak pertama.

Di babak kedua City masih mendominasi permainan. Sementara PSG kesulitan mengembangkan permainan karena terkonsentrasi di wilayah permainannnya sendiri. PSG sempat mencetak gol lewat sepakan Lucas Moura. Sayangnya, gol tersebut dianulir karena pemain Brazil tersebut lebih dulu terjebak offside.

Gol yang ditunggu-tunggu publik Ettihad Stadium pun akhirnya datang 13 menit jelang pertandingan usai. Lewat tendangan melengkung kaki kanannya, Kevin De Bruyne berhasil membawa Manchester City unggul atas PSG. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 untuk keunggulan City tetap bertahan.

Kemenangan tipis 1-0 tersebut sudah lebih dari cukup untuk membawa City melenggang ke babak semifinal liga Champions. Sedangkan untuk PSG, mereka harus kembali lagi tersingkir dari liga Champions di babak perempat final.

Tags, , ,

Terancam Turun Kasta Benitez Salahkan Pemain

Terancam Turun Kasta Benitez Salahkan Pemain

Pelatih baru Newcastle United, Rafael Benitez kembali gagal memberikan kemenangan kepada Toon Army. Akhir pekan lalu, Newcastle harus bertekuk lutut di hadapan tuan rumah Southampton dengan skor 3-1. Kekalahan tersebut membuat Newcastle semakin sulit untuk keluar dari zona degradasi.

Benitez sendiri tak mau disalahkan terkait kekalahan demi kekalahan tersebut. Pelatih asal Spanyol tersebut justru mempertanyakan komitmen para pemainnya ketika bertanding di lapangan. Menurutnya, para pemain Newcastle harus banyak merubah hal, terutama dalam hal komitmen.

“Kami harus segera memenangkan pertandingan dan merubah banyak hal, mulai dari komitmen, keinginan, karakter dan cara bermain. Suporter memegang peranan penting bagi kami, karena kami butuh mereka untuk mendukung perjuangan para pemain,” ujar Benitez.

Dalam tujuh pertandingan terakhir di Premier League, Newcastle belum pernah sekalipun menuai kemenangan. Dari tujuh pertandingan tersebut, Newcastle enam kali kalah dan 1 kali imbang. Akibatnya, Newcastle terjerembab di peringkat kedua klasemen dari bawah.

Laga-laga selanjutnya bagi Newcastle pun terbilang cukup berat. Mereka akan menghadapi tim-tim papan atas Premier League seperti Manchester City, Liverpool dan Tottenham Hotspurs. Meskipun peluang untuk lolos dari lubang jarum sangat kecil, Rafael Benitez tetap yakin bisa membawa Newcastle bertahan di Premier League musim depan.

“Kami mesti segera mencatatkan kemenangan pertama. Kemenangan pertama akan penting bagi kami karena akan menumbuhkan kepercayaan diri bagi para pemain dan para pemain akan percaya bahwa kita bisa melakukannya,” tambah mantan pelatih Liverpool tersebut.

Sejak ditunjuk menjadi pelatih Newcastle United akhir bulan Maret lalu, Benitez memang belum pernah memberikan kemenangan kepada Pappis Cisse cs. Newcastle benar-benar dikejar waktu.

“Apakah kami punya cukup waktu? Kita lihat saja nanti. Kami tidak perlu menjadi tim terbaik di Premier League. Kita hanya perlu menjadi tim terbaik dari empat terbawah,” tutup Benitez.

Dengan materi pemain yang dimiliki Newcastle United musim ini, cukup mengherankan jika mereka berada di peringkat 3 terbawah. Deretan pemain internasional yang dimiliki Newcastle harusnya bisa membawa The Toon Army paling tidak ke posisi 10 besar Premier League Inggris.

Tags, ,

Leicester City Menang, Ranieri Menangis

Leicester City Menang, Ranieri Menangis

Leicester City Menang, Ranieri MenangisMusim menakjubkan bagi Leicester City terus berlanjut. Akhir pekan lalu, anak asuhan Claudio Ranieri tersebut kembali membukukan kemenangan di ajang Premier League Inggris. Kali ini giliran tuan rumah Sunderland yang menjadi korban. Leicester City sukses mengalahkan Sunderland dengan skor meyakinkan 2-0.

Kemenangan ini membuat The Foxes semakin dekat dengan trofi juara Premier League musim 2015/2016. Leicester unggul bersih 10 poin, atas peringkat kedua, Tottenham Hotspurs. Secara matematika, Leicester hanya butuh 3 kemenangan lagi untuk memastikan diri sebagai juara Premier League.

Leicester City harus kembali berterima kasih kepada penyerang andalanya, Jamie Vardy. Pemain yang saat ini memuncaki daftar top skor Premier League bersaing dengan Harry Kane tersebut, sukses mencetak 2 gol di pertandingan tersebut.

Menghadapi Sunderland yang masih berjuang dari zona degradasi, Claduio Ranieri menurunkan skuad terbaiknya. Di babak pertama, Leicester bermain kurang lepas dan terlihat cukup gugup. Riyadh Mahrez cs. seperti terbebani oleh sorotan yang semakin besar. Babak pertama pun ditutup dengan skor kacamata.

Usai dari kamar ganti, para punggawa Leicester seperti sudah bisa lepas dari tekanan. Gol yang ditunggu-tunggu pendukung Leicester City pun akhirnya muncul di menit ke-66. Menerima umpan Danny Drinkwater, Jamie Vardy sukses mengoyak jala gawang Sunderland yang dijaga oleh Vitto Manonne. Leicester pun unggul 1-0 atas tuan rumah.

Setelah berhasil mencetak gol, Leicester terlihat mulai bermain bertahan. Mereka ingin memastikan keunggulan 1-0 ini bertahan hingga akhir. Tuan rumah pun memanfatkan hal tersebut dengan keluar menyerang. Namun, solidnya lini belakang Leicester membuat Sunderland cukup kesulitan.

Di masa injury time, Leicester akhirnya bisa menggandakan keunggulan, lagi-lagi lewat kaki Jamie Vardy. Kengototan Vardy membuat dia berhasil lepas dari penjagaan dan mengecoh Vitto Manonne sebelum menceploskan bola ke gawang yang sudah tak dijaga.

Skor 2-0 untuk keunggulan Leicester City menutup pertandingan tersebut. Usai peluit panjang dibunyikan, terlihat pelatih Leicester asal Italia, Claudio Ranieri berlinang air mata. Mantan pelatih Chelsea tersebut seakan tidak percaya jika tim yang diarsitekinya semakin dekat dengan gelar juara Premier League.

Tags, ,

Barca Kalah, Duo Madrid Mendekat

Barca Keok Madrid Siap Menyodok

Perburuan gelar juara La Liga Spanyol kini kembali terbuka. Hal ini terjadi setelah 3 klub teratas di klasemen menuai hasil yang berbeda akhir pekan ini. Barcelona yang menjadi pemimpin klasemen, secara mengejutkan kalah dari tangan Real Sociedad. Sedangkan duo Madrid, Atletico dan Real yang berada di posisi ke-2 dan ke-3 sama-sama mencatatkan kemenangan.

Kekalahan Barca menjadi sangat vital bagi perburuan juara La Liga musim ini. Selisih antara Barca dan duo Madrid kini menjadi 3 dan 4 poin saja. Barca yang sebelumnya cukup nyaman di puncak klasemen, kini harus mulai waspada dan juga musti meningkatkan performa mereka agar tak tergelincir.

Pada pekan ke-32 La Liga ini Real Madrid bertanding terlebih dahulu. Anak asuhan Zinedine Zidane tersebut menjamu Eibar. Tak diperkuat oleh beberapa pemain utamanya, Los Galacticos tetap ganas di lapangan. El Real berhasil mencetak 4 gol di babak pertama lewat James Rodriguez, Lucas Vasquez, Cristiano Ronaldo dan Jese.

Hingga akhir pertandingan, skor 4-0 untuk keunggulan Real Madrid tetap bertahan. Di pertandingan lain, saudara sekota Real, Atletico Madrid juga turun untuk berlaga. Anak asuhan Diego Simeone tersebut bertandang ke kandang Espanyol.

Atletico tertinggal lebih dulu di menit ke-29 oleh gol pemain tuan rumah, Papa Diop. Atletico akhirnya bisa menyamakan kedudukan lewat Fernando Torres di menit ke-35. Di babak kedua, Atletico berbalik unggul lewat gol yan dicetak Antoine Griezmann. Jelang akhir laga, Koke menyempurnakan kemenangan Atletico lewat golnya. Skor 3-1 untuk kemenangan Atletico pun bertahan hingga akhir laga.

Sementara itu, pimpinan puncak klasemen sementara La Liga, Barcelona, harus bertandang ke markas Real Sociedad. Tak diperkuat oleh penyerang andalannya, Luis Suarez yang dilarang bertanding, performa Barcelona di pertandingan tersebut kurang memuaskan.

Tuan rumah sukses mencuri gol di menit-menit awal pertandingan lewat sepakan Mikel Oiarzabal yang memanfaatkan umpan Xabi Prietto. Hingga sisa waktu yang ada, skor 1-0 untuk keunggulan Real Sociedad tetap bertahan. Barca pun harus pulang ke Catalan tanpa raihan poin.

Kekalahan Barcelona menjadi sangat vital dalam persaingan menuju gelar La Liga musim 2015/2016. Kini, duo Madrid semakin mendekat dan semakin membuka peluang mereka untuk meraih gelar juara La Liga Spanyol musim.

Tags,

Musim Jordan Henderson Telah Berakhir

Musim Jordan Henderson Telah Berakhir

Gelandang sekaligus kapten Liverpool, Jordan Henderson harus mengucapkan selamat tinggal kepada musim 2015/2016. Henderson mesti istirahat lebih cepat karena mengalami cedera ligamen yang memaksanya absen antara 6 pekan hingga 9 pekan. Cedera tersebut didapatkannya ketika Liverpool bertandang ke kandang Borrusia Dortmund di laga Europa League.

Itu berarti, mantan pemain Sunderland ini hampir bisa dipastikan akan hanya menjadi penonton di sisa musim ini. Tak hanya itu, Henderson juga terancam tidak bisa memperkuat timnas Inggris di Euro 2016 bulan Juni nanti. Dengan demikian, dia harus merelakan satu tempat di lini tengah Inggris menjadi milik pemain lain.

Pada pertandingan melawan Dortmund kamis (7/4/2016) lalu, Klopp harus menarik keluar Henderson di tengah babak. Setelah laga, Klopp menyatakan jika cedera yang dialami oleh Jordan Henderson bukan sesuatu yang kecil. Dan pernyataan Klopp tersebut memang benar adanya.

Sehari setelah laga melawan Dortmund, melalui website resmi klub, Liverpool mengumumkan bahwa Jordan Henderson mengalami cedera ligament yang cukup parah.

“Pemeriksaan scan terhadap cedera lutut Jordan Henderson yang didapatnya pada laga melawan Borussia Dortmund di Europa League menunjukkan kerusakan pada bagian lateral collateral ligament. Dalam kondisi normal, cedera ligament atau LCL membuat penderitanya harus beristirahat selama 3 bulan. Meskipun begitu, apa yang dialami oleh Henderson tak terlalu serius. Hal tersebut membuat Henderson bisa kembali bermain antara 6 pekan hingga 8 pekan” tulis pernyataan resmi klub terhadap cedera Henderson.

Premier League sendiri tinggal menyisakan 7 pekan lagi. Bisa dibilang, musim Jordan Henderson sudah berakhir. Hal ini tentu menjadi sebuah kerugian besar kepada bagi The Reds. Hendo-sapaan akrab Henderson adalah gelandang utama Liverpool yang menjadi kekuatan utama The Reds musim ini.

Tanpa hadirnya Henderson, Klopp harus memutar otak untuk mencari pengganti yang tepat di posisi yang ditinggalkan pemain 25 tahun tersebut. Di tengah perjuangan Liverpool di Premier League dan Europa League, absennya Henderson tentu menjadi musibah besar.

Henderson juga terancam kehilangan tempat di Euro 2016 bersama timnas Inggris. Selama ini, Jordan Henderson memang menjadi penghuni tetap lini tengah Inggris. Akibat cedera ligamennya ini, Hendo harus mengubur mimpinya untuk bermain di Euro 2016 Perancis.

Tags, ,