Baru 3 Bulan, Gary Neville Dipecat Valencia

Baru 3 Bulan, Gary Neville Dipecat Valencia

Baru 3 Bulan, Gary Neville Dipecat Valencia

Untung tak bisa diraih, malang tak bisa ditolak. Kalimat itulah yang cocok untuk menggambarkan pelatih Valencia asal Inggris, Gary Neville. Baru 3 bulan mengarsiteki klub Valencia, mantan pemain Manchester United tersebut akhirnya resmi dipecat oleh Valencia.

Rentetan hasil buruk menjadi biang keladi pemecatan Gary Neville yang baru menukangi El Che di akhir tahun 2015 lalu. Pemecatan ini tentu menjadi sebuah aib bagi kakak kandung Phil Neville tersebut. Padahal, ekspektasi pendukung Valencia kepada Neville terbilang cukup besar.

Sejak ditunjuk menjadi pelatih kepala Valencia menggantikan Nuno Espirito yang mengundurkan diri, Gary memang gagal mengangkat peforma Valencia. Bukannya naik, penampilan Valencia malah semakin menurun tiap pekannya.

Ketika ditunjuk menjadi pelatih Valencia hingga akhir musim di awal bulan Desember tahun lalu, Valencia masih bertengger di posisi ke sembilan klasemen sementara La Liga. Saat itu, Valencia hanya berjarak 5 poin dari zona liga Champions.

Namun, setelah Neville mengambil alih kursi kepelatihan, Valencia justru terjun bebas ke papan tengah La Liga. Bahkan, Valencia kini hanya berjarak 6 poin saja dari zona degradasi. Hal itulah yang membuat manajemen Valencia mengambil keputusan untuk mendepak Neville keluar dari Mestalla.

Jebloknya performa Valencia bersama Gary Neville tak hanya terjadi di ajang La Liga. Di kompetisi lain pun El Che mengalami nasib yang tak jauh berbeda. Sejak pertama ditangani Neville, Valencia langsung kalah di ajang liga Champions dan harus rela terlempar ke Europa League.

Di Europa League penampilan Valencia juga jauh dari harapan, dan harus tersingkir di babak 16 besar.Sementara di ajang Copa Del Rey, langkah Valencia terhenti di semi final, dimana di leg pertama mereka dihajar Barcelona dengan skor telak 7-0.

Kesabaran pendukung Valencia nampaknya telah habis. Manajemen Valencia pun akhirnya membuat keputusan untuk memecat Gary Neville dari kursi pelatih. Neville akan digantikan oleh Pako Ayestarian yang akan menjabat sebagai pelatih kepala hingga musim 2015/2016 berakhir.

Gary Neville mungkin punya segudang prestasi ketika masih aktif bermain. Namun sebagai seorang pelatih, Gary Neville harus lebih banyak belajar.

Tags, ,

Suarez dan Cavani Bawa Uruguay ke Puncak

Suarez dan Cavani Bawa Uruguay ke Puncak

Uruguay akhirnya bisa mengambil alih tampuk pimpinan klasemen kualifikasi Piala Dunia 2018 dari tangan Ekuador. Keberhasilan itu dituai setelah La Celeste mengalahkan Peru dengan skor tipis 1-0 di stadion Centenario, Montevideo, Uruguay.

Luis Suarez dan Edinson Cavani menjadi aktor utama dari kemenangan Uruguay. Kerja sama antara dua penyerang yang bermain di klub Eropa tersebut berhasil membuahkan gol yang dicetak oleh Cavani. Tambahan 3 poin dari laga ini membuat Uruguay bertengger di peringkat pertama klasemen kualifikasi Piala Dunia 2018.

Bermain di depan puluhan ribu pendukungnya sendiri, Uruguay bertekad untuk meraih kemenangan setelah sebelumnya hanya bisa bermain imbang dengan Brazil. Sejak menit pertama, anak asuhan Oscar Tabarez langsung tampil menyerang.

Namun, ketatnya lini pertahanan Peru membuat duet Luis Suarez dan Edinson Cavani cukup kesulitan. Peru sendiri sesekali melakukan serangan balik lewat Paolo Guererro dan Claudio Pizzaro. Tak ada gol yang tercipta di paruh pertama pertandingan. Hingga turun minum skor masih imbang tanpa gol.

Di babak kedua, Uruguay masih mendomninasi jalannya permainan. Mengandalkan pemain-pemain yang telah malang melintang di kompetisi Eropa, Uruguay sukses mengurung pertahanan Peru. Kesabaran dan militansi pasukan Oscar Tabarez membuahkan hasil di menit ke-56.

Edinson Cavani yang tak terkawal menerima umpan terbosan dari Luis Suarez di kotak penalti. Tanpa ampun, penyerang yang merumput bersama jawara liga Perancis, Paris Saint Germain tersebut menghujam gawang Peru dengan tendangan keras kaki kiri. Penjaga gawang Peru pun tak berdaya. Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.

Usai gol Cavani, Uruguay mencoba untuk mencari gol berikutnya. Namun, hingga peluit panjang dibunyikan oleh wasit, skor 1-0 untuk keunggulan Uruguay tetap bertahan. Tambahan 3 poin ini membuat Uruguay langsung naik ke puncak klasemen kualifikasi Piala DUnia 2018 zona Conmebol.

Keberhasilan Uruguay yang naik ke puncak tak lepas dari kekalahan Ekuador dari Kolombia. Uruguay dan Ekuador sama-sama mengumpulkan nilai 13 hasil dari enam pertandingan. Namun, Uruguay unggul jumlah agresifitas gol, sehingga Luis Suarez cs. berhak menempati peringkat pertama.

Tags, ,

Tolak Perpanjang Kontrak, Higuain Menuju Premier League

Tolak Perpanjang Kontrak, Higuain Menuju Premier League

Kabar mengejutkan datang dari top skor sementara Serie A musim ini, Gonzalo Higuain. Penyerang Napoli tersebut dikabarkan menolak perpanjangan kontrak yang diajukan oleh Il Partinopei. Higuain yang kontraknya akan habis pada tahun 2018 menolak tawaran kontrak yang akan mengikatnya di San Paolo hingga tahun 2020.

Kabar ini langsung membuat beberapa klub elit Eropa bersiaga. Klub-klub besar seperti Manchester United, Manchester City maupun Bayern Munchen memang sudah lama menyatakan ketertarikannya kepada Gonzalo Higuain. Musim ini penampilan Higuain memang cukup menakjubkan. Dari 30 laga yang sudah dilakoni musim ini, mantan pemain Real Madrid tersebut sukses menggelontorkan 29 gol.

Torehan 29 gol ini mungkin akan bertambah lagi mengingat liga masih berjalan dan berpeluang menjadi torehan terbaik selama karirnya di Eropa. Sebelumnya musim terbaik Higuain di tanah Eropa terjadi saat pemain kelahiran 1987 tersebut membela Real Madrid di musim 2009/2010. Saat itu, Il Pipita berhasil membukukan 27 gol di ajang divisi Primera La Liga Spanyol.

Higuain sendiri belum mau berkomentar tentang masa depannya di Napoli maupun klub yang akan menjadi pelabuhan baru baginya. Banyak pengamat yang menyebut jika Higuain akan menjuju ke Premier League. Hal ini karena Higuain sudah menjajal dua kompetisi elit Eropa, La Liga Spanyol dan Serie A Italia.

Sementara itu, penolakan Higuain ini tentu akan membuat Napoli pusing. Pasalnya, jika benar Higuain tidak ingin memperpanjang kontrak, maka Napoli harus menjual Higuain. Jika tidak segera menjual Higuain, Napoli akan kehilangan penyerang berusia 29 tahun tersebut secara gratis. Napoli mendatangkan Gonzalo Higuain dari Real Madrid pada musim 2013/2014 dengan banderol 37 juta Euro. Harga yang cukup fantastis.

Sejak bergabung dengan Napoli, Higuain mampu mengangkat peforma Napoli sehingga mampu bersaing dalam memperebutkan gelar Serie A. Musim ini, Napoli berpeluang untuk meraih Scudetto. Hingga pekan ke-30 ini, Napoli masih menempel ketat Juventus yang memimpin klasemen sementara Serie A. Jika performa Higuain tetap stabil musim ini, dia bisa menjadi top skor Serie A sekaligus mengantarkan Napoli untuk menjadi kampiun Serie A musim 2015/2016.

Tags, ,

Duo Premier League Antarkan Perancis Libas Russia

Duo Premier League Antarkan Perancis Libas Russia

Tak salah jika Didier Deschamps memanggil dua pemain debutan yang sedang bersinar di Premier League, Dimitri Payet dan Ngolo Kante. Kedua pemain tersebut menjadi aktor penting kemenangan tuan rumah Perancis atas tamunya, Russia di ajang pertandingan persahabatan.

Dalam laga yang digelar di Stade de France tersebut, Perancis sukses mengalahkan Russia dengan skor 4-2. Dua dari empat gol yang dicetak Perancis malam itu dibukukan oleh kedua pemain tersebut. Tak hanya itu, Payet yang bermain untuk West Ham United juga sukses memberikan satu assist.

Sejak pertandingan dimulai, anak asuhan Didier Deschamps langsung keluar menyerang. Hasilnya, di menit ke-9 Les Blues berhasil membuka skor lewat gol gelandang Leicester City, Ngolo Kante, yang menerima umpan dari Antoine Griezmann.

Jelang akhir babak pertama, Perancis sukses menggandakan keunggulan lewat gol penyerang mereka, Andre Pieree Gignac. Skor 2-0 untuk keunggulan tim Ayam Jantan pun menutup laga babak pertama.

Di babak kedua, Russia berusaha bangkit. Hasilnya, Aleksandr Kokorin sukses menjebol gawang Perancis yang dijaga oleh Hugo Lloris. Usai gol Kokorin tersebut, Perancis melakukan beberapa pergantian, termasuk mengganti Antoine Griezmann dengan Dimitri Payet.

Hanya butuh waktu 1 menit saja bagi Payet untuk memberikan dampak langsung ke pertandingan. Sepakannya di menit ke-64 berhasil mengoyak gawang Russia. Perancis pun kembali menjauh dengan skor 3-1. Namun, Russia yang diarsiteki oleh Leonid Slutsky tak menyerah begitu saja. Perjuangan keras Ivan Dzagoez cs. Berbuah gol di menit ke-68 lewat kaki Yuri Zhirkov. Skor pun kembali berubah menjadi 3-2.

Perancis akhirnya berhasil mengunci kemenangan di pertandingan malam itu, lewat gol pemain Bayern Munchen, Kingsley Coman di menit ke-76 yang meneruskan umpan matang Dimitri Payet. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 4-2 untuk keunggulan tuan rumah Perancis tetap bertahan.

Hasil ini menunjukkan kesiapan Perancis menuju Euro 2016 di rumah mereka sendiri. Selain itu, penampilan duo Premier League, Dimitri Payet dan Ngolo Kante juga mencuri perhatian di pertandingan tersebut. Agaknya Didier Deschamps tak perlu ragu dalam meracik strategi karena memiliki banyak pilihan pemain berkualitas.

Tags, ,

Larissa Ferreira, WAGS Sexy Roberto Firmino

Larissa Ferreira, WAGS Sexy Roberto Firmino

Salah satu pemain penting Liverpool musim ini adalah Roberto Firmino. Penyerang asal Brazil ini merupakan tumpuan Juergen Klopp dan juga Liverpudlian untuk mencetak gol. Harapan besar tertumpu pada mantan pemain Hoffenheim ini. Sejak kedatangannya di awal musim ini, Firmino memang sudah menjadi pilihan utama.

Awalnya, Firmino sempat diragukan. Namun, dengan kesabaran dan talenta yang dimilikinya, pemain 24 tahun ini sukses merebut hati pendukung Liverpool. Kunci kesuksesan Firmino bersama Liverpool musim ini tak terlepas dari peran istrinya yang bernama Larissa Perreira.

Sudah menjadi kebiasaan jika istri dan kekasih para pesepakbola di Premier League selalu mendapat sorotan media. Tak terkecuali WAGS dari Roberto Firmino satu ini. Sejak kepindahannya ke Liverpool, sedikit demi sedikit kehidupan pribadi Firmino mulai terkuak, termasuk sosok istri cantiknya tersebut.

Wanita yang sudah dinikahinya di tahun 2013 lalu ini menjadi sosok yang selalu memberikan semangat kepada pemain timnas Brazil tersebut. Dengan paras cantik dan tubuh yang sexy, membuat mata kaum Adam tentu akan terpukau dengan sosok Larissa Perreira. Larissa sendiri gemar memamerkan keindahan tubuhnya di media sosial, terutama Instagram. Tak jarang, Firmino turut serta dalam foto yang diunggah Larissa di media sosial miliknya tersebut.

Pertemuan Firmino dan Larissa sendiri terjadi saat keduanya berada di sebuah temppat hiburan. Usai berkenalan, keduanya semakin dekat hingga menjalin hubungan. Hubungan keduanya kemudian diresmikan dengan ikatan pernikahan di tahun 2013. Kini, pasangan berbahagia tersebut telah dikaruniai seorang gadis cantik yang diberi nama Valentina.

Kehadiran Larissa dan putrid cantiknya, Valentina tentu akan membuat Roberto Firmino semakin terpacu untuk memberikan yang terbaik bagi Liverpool. Tugas Firmino saat ini adalah membawa Liverpool kembali ke papan atas Premier League. Liverpool masih terseok-seok di peringkat ke-7 klasemen sementara Premier League.

Jika ingin mendapatkan tiket untuk berkompetisi di Eropa, Firmino harus bisa membawa Liverpool paling tidak ke posisi kelima klasemen. Dengan kemampuan yang dimilikinya, Firmino diharapkan mampu membawa Liverpool kembali berprestasi dan menghadirkan kejayaan yang telah lama diidam-idamkan oleh pendukung Liverpool di seluruh dunia.

Tags,

Demi Liga Champions, Lukaku Siap Tinggalkan Everton

Demi Liga Champions, Lukaku Siap Tinggalkan Everton

Klub Premier League Inggris, Everton nampaknya harus siap kehilangan salah satu pemain andalannya, Romelu Lukaku. Pemain asal Belgia ini mengisyaratkan untuk hengkang dari Goddison Park kandang Everton di akhir musim ini. Hal tersebut diungkapkan Lukaku saat melakukan sesi wawancara dengan salah satu media massa.

Dalam wawancara tersebut, Lukaku memendam hasrat untuk bisa berlaga di ajang Liga Champions Eropa. Everton sendiri tentu bukan menjadi tempat yang tepat bagi Lukaku jika ingin bermain di kompetisi elit antar klub Eropa tersebut.

Hingga pekan ke-30 Premier League Inggris, Everton masih tertahan di posisi ke-12 klasemen. Jangankan ke Liga Champions, untuk berlaga di ajang Europa League saja Everton butuh banyak keajaiban. Hal inilah yang membuat Lukaku bisa saja hengkang ke klub lain, terutama yang musim depan berlaga di ajang Liga Champions.

“Musim panas nanti umur saya sudah menginjak 23 tahun dan saya pikir akan baik jika bisa bermain di Liga Champions musim depan,” ujar Romelu Lukaku saat diwawancara.

Keinginan Lukaku untuk pindah ke klub lain juga dipengaruhi oleh Ayahnya yang ingin melihat Lukaku bermain untuk klub raksasa Eropa. Menurut Lukaku, ayahnya ingin dia bisa bermain untuk klub elit Eropa seperti Bayern Munchen dan Manchester United.

Musim ini Lukaku memang bermain sangat baik. Meski klub yang dibelanya terjerembab di papan tengah, namun penampilan penyerang timnas Belgia tersebut sangat menjanjikan. Dari 29 laga yang sudah dilakoninya di ajang Premier League musim ini, Lukaku sukses menyarangkan 18 gol.

Catatan 18 gol Lukaku tersebut jauh lebih banyak dibandingkan dengan penyerang elit lain seperti Wayne Rooney, Olivier Giroud, Diego Costa maupun Sergio Aguero. Lukaku pun masih berpeluang untuk menjadi top skor Premier League musim ini, bersaing dengan Jamie Vardy dan Harry Kane.

Jika benar Lukaku akan pindah di akhir musim ini, Everton tentu akan kehilangan senjata utamanya. Lukaku sendiri adalah pemain termahal yang pernah dibeli oleh Everton sepanjang sejarah klub. Everton membeli Lukaku dari Chelsea dengan banderol 28 juta pounds di musim 2014/2015.

Tags, ,

Suarez Gagalkan Kemenangan Brazil

Suarez Gagalkan Kemenangan Brazil

Tuan rumah 5 harus puas berbagi angka dengan tamunya, Uruguay, dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia zona Conmebol, Sabtu (26/3/2016). Hasil seri ini belum merubah posisi kedua tim di klasemen sementara kualifikasi Piala Dunia 2016. Brazil masih tertahan di posisi keempat, sedangkan Uruguay masih berada di peringkat kedua.

Kedua tim menurunkan skuad terbaiknya di pertandingan yang dihelat di stadion Itaipava Arena, kota Tenerife. Tuan rumah Brazil mengandalkan Neymar, Douglas Costa dan Willian di lini depan. Sedangkan Uruguay menurunkan Luis Suarez dan Edinson Cavani sebagai duet juru gedor.

Pertandingan baru memasuki menit pertama, Brazil sudah unggul lewat sepakan Douglas Costa. Memanfaatkan umpan dari Willian, pemain Bayern Munchen ini sukses mengoyak jala gawang Uruguay yang dijaga Fernando Muslera.

Brazil sukses menggandakan keunggulan usai Renato Agusto sukses menjebol gawang Uruguay di menit ke-26. Gol tersebut merubah skor pertandingan menjadi 2-0 untuk keunggulan Brazil.

Uruguay yang tersentak dengan 2 gol Brazil langsung mencoba keluar menyerang. Hasilnya, lima menit usai gol kedua Brazil, La Celsete berhasil memperkecil ketinggalan lewat gol Edinson Cavani. Skor 2-1 menutup babak pertama.

Di babak kedua, Uruguay lebih mendominasi permainan. Tak butuh waktu lama sejak babak kedua dimulai bagi Uruguay untuk menyamakan kedudukan. Adalah penyerang Barcelona, Luis Suarez yang menjadi aktor dari gol kedua Uruguay. Tendangan mantan pemain Liverpool tersebut tak bisa diatasi oleh penjaga gawang Brazil, Allison.

Setelah gol Luis Suarez, kedua tim saling bergantian dalam menyerang. Brazil maupun Uruguay sama-sama bernafsu untuk meraih kemenangan di pertandingan kali ini. Namun, hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-2 tetap bertahan.

Kedua tim pun harus puas dengan skor sama kuat 2-2. Tambahan satu poin bagi masing-masing tim, belum merubah posisi keduanya di klasemen sementara kualifikasi Piala Dunia 2016 zona Conmebol. Brazil masih berada di peringkat keempat klasemen, sedangkan Uruguay berada di peringkat kedua menguntit Peru yang masih memimpin klasemen.

Di pertandingan selanjutnya, Brazil akan bersua dengan Ekuador. Sedangkan Uruguay harus berhadapan dengan pimpinan klasemen sementara, Peru.

Tags, ,

Pelatih Spanyol Sebut Perancis sebagai Favorit Juara

Pelatih Spanyol Sebut Perancis sebagai Favorit Juara

Gelaran Piala Eropa yang berlangsung di Perancis masih lama bergulir namun hitung-hitungan siapa yang akan menjadi juara sudah beredar sejak jauh-jauh hari. Salah satu pihak yang sudah mengungkapkan siapa tim yang memiliki kans besar untuk juara adalah pelatih timnas Spanyol, Vicente Del Bosque. Saat ditanya Pers mengenai siapa tim yang berpeluang untuk merebut gelar Piala Eropa dari Spanyol, Bosque menyatakan bahwa Perancis memiliki kans yang sangat besar untuk juara karena memiliki keuntungan sebagai tuan rumah.

Dalam kompetisi Eropa nanti akan banyak tim besar yang berpeluang untuk mendapatkan gelar, namun jika saya harus menunjuk maka saya akan menunjuk Perancis sebagai tim yang paling berpeluang besar untuk memiliki peluang juara karena mereka bertindak sebagai tuan rumah, papar Bosque.

Semua tim unggulan yang datang dapat memiliki kans untuk menang, seperti Inggris, Belgia, Italia, Jerman, Portugal maupun Spanyol. Namun akan ada sebuah tim yang bisa menemukan format yang tepat untuk juara. Akan sangat sulit untuk di prediksi karena ini adalah sebuah kompetisi singkat yang diisi oleh 24 tim, tambah Bosque.

Selain faktor sebagai tuan rumah, skuad Perancis saat ini banyak di isi oleh pemain muda berbakat yang bersinar di Eropa sebut saja nama-nama seperti Paul Pogba yang bersinar bersama Juventus, lalu ada nama Kingsley Coman yang semakin benderang sejak memperkuat Bayern Munich atau ada penyerang tajam La Liga Antonie Griezmann yang semakin menasbihkan diri sebagai maskot lini serang klub Atletico Madrid. Nama-nama tersebut menjadi jaminan kekuatan lini tengah Perancis yang akan di dukung lini belakang yang di isi oleh Raphael Varanne.

Sebagai pelatih Basque menyadari bahwa Spanyol akan menghadapi tantangan berat dalam mempertahankan piala Eropa kali ini, karena mereka akan mendapatkan lawan yang lebih merata untuk berburu gelar yang saat ini masih mereka raih. Belajar dari pengalaman saat Piala dunia 2014 lalu dimana Spanyol tidak berdaya untuk mempertahankan gelar dan tersingkir dari fase grup maka Bosque harus lebih hati-hati sebelum pengalaman serupa kembali menimpa timnya.

Tags,

Leicester Siap Sambut Liga Champions

Leicester Siap Sambut Liga Champions

Ada yang berbeda dari wajah kota Leicester tahun ini bukan karena kemeriahan atas pencapaian besar klub ini bukan pula atas acara pemerintah yang akan dilangsungkan di kota ini. Namun wajah berbeda tersebut berasal dari persiapan kota ini untuk menyambut gelaran Liga Champions yang kemungkinan besar akan menyapa kota ini pada tahun depan.

Salah satu pihak yang dibikin sibuk dengan agenda ini adalah polisi kota Leicester yang mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi tamu pendukung klub besar yang datang dari berbagai penjuru Eropa. Phil Kay adalah salah satu polisi di kota Leicester yang menjabat sebagai wakil kepala polisi Leicestershire. Kay menyatakan bahwa harus dilakukan pembenahan untuk antisipasi Liga Champion musim depan.

Kami sudah memprediksikan hal ini sejak bulan Oktober lalu, akan sangat menyenangkan jika klub ini bisa juara dan kami yakin mereka mampu untuk mewujudkannya. Kami sudah tidak sabar untuk melihat pencapaian manis klub ini, dan di akhir musim kami bisa mempersiapkan semuanya dengan baik, Ujar Kay.

Dalam waktu dekat kami harus segera berbicara kepada klub untuk memulai persiapan dan meminimalisir waktu yang terbuang sia-sia. Ini harus kami lakukan untuk antisipasi dan memiliki persiapan yang matang sebelum momen itu datang, tambah Kay.

Untuk mendapatkan pengalaman yang berharga, beberapa polisi khusus Leicestershire bahkan sudah di utus untuk menyaksikan pengamanan di Emirates Stadium saat Arsenal menjamu Barcelona. Begitupun saat Manchester City kedatangan tim Dynamo Kiev dari Ukraina polisi Leicestershire menyaksikan langsung standar keamanan disana.

Itu merupakan pengalaman yang sangat berharga, kami datang untuk memahami atmosfer berbeda yang ditampilkan di banding liga Inggris yang biasa kami jalani. Akan ada bantuan dari UEFA yang biasanya melakukan standar keamanan di sekitar stadion yang melakukan pertandingan dan menurut kami itu pengalaman yang baik, tutur Kay.

Semua hal tersebut dilakukan Kay untuk memberikan sambutan yang hangat pada tim yang datang sekaligus memberikan pengamanan yang maksimal pada pengunjung. Walaupun pertandingan nanti skala Eropa namun Kay menjamin tidak akan terlalu mengganggu pengunjung.

Tags,

Era Spalleti, De Rossi dan Totti tersingkirkan di Roma

Era Spalleti, De Rossi dan Totti tersingkirkan di Roma

Setelah mengalami musim yang buruk bersama dengan Rudi Garcia, Roma akhirnya bisa mencatatkan hasil gemilang di paruh musim setelah di nahkodai oleh pelatih baru mereka Luciano Spalleti. Perlahan Roma kembali ke papan atas klasemen dan bersaing untuk memperebutkan tiket kompetisi nomor satu Eropa, Liga Champions.

Meroketnya kinerja Roma di paruh kedua ini tidak terlepas dari kiprah sang pelatih Luciano Spalleti yang menghadirkan semangat baru bagi skuad Serigala Roma.

Spalleti mengusung filosopi yang lebih segar sehingga Roma lebih tajam dari sebelumnya selain itu kehadiran Stephan El Sharawy juga membuat skema yang diterapkan Spalleti lebih berjalan dengan baik.

Namun selalu ada resiko di balik sebuah perubahan, filosopi Spaletti yang mengandalkan serangan cepat dan intens membuat dua bintang Roma yang sudah menjadi maskot dalam beberapa tahun terakhir yakni Francesco Totti dan Daniele De Rossi harus banyak mengisi bangku cadangan.

Tak pelak terpinggirkannya legenda hidup Roma ini banyak menuai kritik dari banyak pihak, salah satunya adalah Carlo Mazzone yang merupakan mantan pelatih Serigala Roma. Mazzone mengatakan bahwa apa yang dilakukan Spalleti terhadap Totti dan De Rossi itu bentuk penghinaan atas mereka.

Mengingat banyaknya jasa yang di berikan oleh Totti dan De Rossi sehingga Mazzone berpikir bahwa tidak pantas mereka di perlakukan seperti itu.

Semenjak beberapa tahun terakhir Totti memang jarang lagi mendapatkan tempat utama di skuad Roma, fisik yang sudah jauh menurun dan cedera yang sering membelitnya membuat sang pangeran Ibukota itu harus banyak berada di bangku cadangan. Sementara De Rossi juga banyak berkutat dengan cedera sehingga perlahan perannya mulai banyak tersingkirkan.

Dan kini musim memang belum berakhir sehingga terlalu dini rasanya jika menilai bahwa keputusan Spaletti untuk memarkir Totti dan De Rossi di bangku cadangan ini salah, namun jika melihat grafik Roma yang terus menanjak dan kembali menjadi salah satu tim yang di segani di Italia maka semua pihak saat ini pasti menyetujui formasi dan strategi dari Spaletti yang kontroversial.

Tags, ,