Tag Archive Juventus

Arsenal Bersaing dengan Dortmund Boyong Lichsteiner

Arsenal Bersaing dengan Dortmund Boyong Lichsteiner

Arsenal dikabarkan sedang mendekati bek kanan Juventus, Stephen Lichsteiner. Kapten timnas Swiss tersebut diprediksi akan menjadi pembelian pertama The Gunners di era pelatih Unai Emery. Meski usianya tak lagi muda, Lichsteiner diyakini mampu memberikan tambahan kekuatan di posisi lini belakang yang selama ini menjadi masalah bagi Arsenal.

Kontrak Lichsteiner bersama dengan Juventus memang berakhir di musim 2017/2018. Si Nyonya Tua pun tak memperpanjang kontrak pemain yang sudah merumput selama tujuh musim tersebut. Lichsteiner pun bebas menentukan pilihannya setelah ini. Hal itu akan dimanfaatkan oleh Juventus untuk memboyong bek agresif tersebut.

Sebelumnya, Stephen Lichsteiner dikabarkan akan merapat ke raksasa Bundesliga Jerman, Borussia Dortmund. Namun belakangan, Dortmund menarik diri dari perburuan karena merasa sudah memiliki stok bek kanan yang cukup. Hal ini membuat Arsenal berpeluang besar untuk mendaratkan mantan pemain Lazio tersebut di musim depan.

Lichsteiner sendiri sudah mengonfirmasi akan pindah dari Italia setelah kontraknya habis bersama dengan Juventus. Meski sudah memutuskan untuk keluar dari Italia, Lichsteiner belum membubuhkan tanda tangan kepada klub manapun.

“Saya telah bermain untuk salah satu klub terbesar di Eropa dan akan selalu ada kompetisi disana. Namun masa depan saya akan berada jauh dari Turin. Di akhir musim 2017/2018 saya akan meninggalkan Juventus. Saya akan bermain di luar Italia musim depan, tapi saya belum menandatangani apapun saat ini,” ujar Lichsteiner.

Saat ini konsentrasi Lichsteiner ada di Piala Dunia 2018. Ia merupakan kapten timnas Swiss yang akan berlaga di Piala Dunia 2018 mendatang. Di usia yang sudah menginjak 34 tahun, Lichsteiner masih mampu bermain di level tertinggi. Tak mengherankan jika Arsenal tertarik untuk memakai jasanya musim depan.

Selama tujuh musim di Juventus, Stephen Lichsteiner sudah bermain sebanyak 300 laga lebih untuk Juventus. Sejak gabung dengan Juventus dari Lazio, Lichsteiner selalu meraih titel Scudetto Serie A Italia. Ia punya peran penting dalam menjaga pertahanan Juventus. Namun dalam dua musim terakhir, posisinya semakin sulit karena persaingan yang sangat ketat. Oleh karenanya, pindah ke klub lain bisa menjadi pilihan.

Tags, , ,

Mancini Masih Tertarik Kemampuan Buffon untuk Timnas Italia

Mancini Masih Tertarik Kemampuan Buffon untuk Timnas Italia

Karir Gianluigi Buffon bersama dengan Juventus belum sepenuhnya berakhir. Hal itu didapat dari pernyataan pelatih baru Italia, Roberto Mancini. Menurut eks pelatih Lazio tersebut, Buffon berpeluang untuk tampil kembali bersama dengan timnas Italia. Meski usianya tak lagi muda, Mancini merasa kehadiran Buffon masih dibutuhkan oleh Gli Azzurri.

Buffon baru saja mengucapkan salam perpisahan kepada para pendukung Juventus. Setelah memperkuat Si Nyonya Tua selama hampir dua dekade, Buffon dan Juventus pun berpisah. Meski begitu, Buffon belum mau pensiun. Dia masih berusaha untuk tampil di level teratas. Mancini pun tak akan ragu dalam memberikan kesempatan untuk pemain berusia 40 tahun tersebut.

Sampai saat ini, Gigi Buffon sudah menorehkan 176 caps bersama dengan timnas Italia. Jumlah itu menjadikan Buffon sebagai pemain yang paling sering tampil untuk timnas Italia. Kegagalan Italia menembus putaran final Piala Dunia membuat sebagian pengamat memprediksi jika Buffon akan pensiun dari timnas. Namun sang pemain nampaknya tidak ingin gantung sepatu terlebih dahulu.

Roberto Mancini yang baru ditunjuk sebagai pelatih kepala timnas Italia pun siap memanggil kembali Buffon ke timnas. Menurut Mancini, dia sangat menghormati Buffon yang ingin selalu tampil di level teratas. Mancini pun tak segan untuk memberikan kesempatan bagi eks pemain Parma tersebut.

“Saya telah berbicara dengan Buffon. Dia masih ingin terus bermain dan seperti pemain yang masih aktif lainnya, dia masih punya kesempatan untuk kembali ke timnas. Saya memberi hormat terhadap kemauannya saat ini,” ujar Mancini.

Roberto Mancini memang langsung memimpin Gli Azzurri untuk tiga laga persahabatan sekaligus melawan Arab Saudi, Perancis dan Belanda. Dalam daftar skuad yang diumumkan, ada beberapa nama kejutan. Salah satunya adalah penyerang bengal yang bermain untuk OGC Nice, Mario Balotelli. Mancini sendiri tak ingin memberikan harapan palsu. Dia ingin membangun pondasi terlebih dahulu di era baru timnas Italia.

“Saya bukanlah pesulap. Saya sangat percaya diri. Ini adalah tim muda yang bisa tumbuh dengan baik. Mungkin hanya masalah waktu saja sebelum tim ini benar-benar menunjukkan kualitasnya.” ujar Mancio.

Tags, , ,

Kiper Ideal Pengganti Superman

Daftar Kiper Keren Pengganti Superman

Kepergian Gianluigi Buffon dari Juventus membuat satu tempat di bawah mistar gawang Si Nyonya Tua menjadi lowong. Manajemen Juventus pun nampaknya akan segera bergerak cepat dalam mencari penjaga gawang baru yang tentunya lebih muda dari Buffon. Lalu, siapakah yang layak menggantikan si Superman di Juventus?

Saat ini ada nama penjaga gawang timnas Polandia, Wolijech Sczessny dalam skuad Juventus. Selama bergabung dengan Juventus, Sczessny memang lebih sering duduk di bangku cadangan. Dari segi kualitas, Sczessny tentu masih kalah jauh dengan Buffon. Oleh karena itu, manejemen Juventus nampaknya lebih memilih untuk mencari penjaga gawang baru.

Ada beberapa nama penjaga gawang yang layak menggantikan Buffon. Berikut ini adalah tiga nama penjaga gawang yang layak diperhitungkan untuk mengisi tempat yang ditinggalkan oleh Buffon.

  1. Mattia Perin

Nama pertama yang muncul adalah penjaga gawang Genoa, Mattia Perin. Sosok Perin tentunya sudah tidak asing lagi di telinga pencinta sepakbola Italia. Perin merupakan penjaga gawang pelapis Buffon di timnas Italia. Meski hanya membela klub papan tengah seperti Genoa, kemampuan yang dimiliki oleh Perin tak perlu dipertanyakan. Apalagi usia Perin masih terhitung muda untuk ukuran penjaga gawang.

  1. Jan Oblak

Jika mencari penjaga gawang yang sudah pasti tangguh dan punya banyak pengalaman, maka nama Jan Oblak bisa menjadi pilihan. Penjaga gawang Atletico Madrid ini punya kualitas yang sangat dibutuhkan oleh Juventus sepeninggal Buffon. Jan Oblak mampu membuktikan diri sebagai salah satu kiper top dunia saat ini. Namun Juventus harus bersusah payah untuk bisa mendapatkan tanda tangan pemain satu ini. Pasalnya, Atletico Madrid tentu tak ingin melepas Oblak begitu saja.

  1. Gigio Donnarumma

Nama terakhir yang juga masuk bursa pengganti Buffon adalah penjaga gawang muda AC Milan, Gigio Donnarumma. Di usia yang masih sangat muda, Donnarumma tentu sangat cocok bergabung dengan Juventus. Sayangnya, Donnarumma sudah diikat kontrak dengan durasi panjang oleh Milan. Oleh karenanya, Juventus harus menggelontorkan banyak uang jika ingin memboyong Donnarumma.

Itu tadi tiga nama yang bisa menjadi pilihan Juventus untuk menggantikan posisi Gigi Buffon. Ketiga nama tersebut punya kualitas dan kapasitas yang baik untuk mengawal gawang Juventus. Kita tunggu saja siapa penjaga gawang yang akhirnya dipilih oleh Juventus.

Tags, ,

Benatia Biang Kerok Kekalahan Juve dari Madrid dan Napoli

Benatia Biang Kerok Kekalahan Juve dari Madrid dan Napoli ?

Penjaga gawang kenamaan, Gianluigi Buffon menepis kabar yang menyebutkan jika dirinya sedang berselisih paham dengan rekan setim sekaligus bek andalan Juventus, Mehdi Benatia. Menurut Buffon, media massa mencoba mengadu domba dirinya dengan Benatia. Padahal, tidak ada masalah apa-apa antara dirinya dengan mantan pemain AS Roma tersebut.

Laporan di Italia menyebut jika kedua pemain tersebut terlibat adu argumen setelah Juventus mengalami kekalahan di kandang sendiri ketika berhadapan dengan Napoli dengan skor tipis 1-0. Gol kemenangan Napoli dicetak di menit-menit akhir pertandingan melalui situasi bola mati. Banyak yang menyebut jika Buffon menyalahkan Benatia yang gagal mengantisipasi bola mati dari para pemain Napoli.

Benatia pun langsung menjadi kambing hitam dari kekalahan menyakitkan Juventus tersebut dari Napoli. Buffon yang juga menjadi sorotan karena dianggap sebagai pemicu kemudian membantah kabar tersebut. Menurut mantan penjaga gawang Parma tersebut, berita tentang perselisihannya dengan Mehdi Benatia adalah gossip yang tidak benar.

“Itu adalah sebuah usaha untuk mengganggu kebersamaan dan konfidensi dari sebuah grup. Saya pikir sangat normal jika saya bereaksi mengenai masalah ini. Karena menurut saya, semua ini terjadi karena ada sangkut pautnya dengan saya,”

“Tidak ada seorang pun, selama saya di Juventus 17 tahun yang menyalahkan rekan setim akibat kekalahan di sebuah laga. Hal itu tak akan pernah terjadi selama saya menjadi kapten di tim ini. Saya juga ingin menambahkan jika Mehdi Benatia adalah seorang yang saya hormati yang punya kontribusi besar dari tim ini,” tegas Buffon.

Sejak kepindahan Leonardo Bonucci ke AC Milan, Mehdi Benatia memang menjadi pilihan utama di lini belakang Juventus. Benatia menjadi orang yang berada tepat di depan Gigi Buffon yang selalu menjadi pemain nomor satu di bawah mistar gawang Il Bianconerri. Selain gagal mengantisipasi gol menit akhir Napoli, Benatia juga menjadi aktor utama penyebab penalti Real Madrid di menit akhir.

“Saya meminta maaf karena harus membahas hal ini karena ini merupakan berita yang harus diluruskan. Saya yakin jika sebuah klarifikasi dibutuhkan untuk melindungi grup dan Mehdi sendiri, yang merupakan pria yang sangat hebat,” tambah kapten timnas Italia tersebut kepada awak media.

Tags, ,

Max Allegri Tepis Liga Inggris dan Proyeksikan Masa Depan

Max Allegri Tepis Liga Inggris dan Proyeksikan Masa Depan

Massimiliano Allegri mengaku gembira berada di Juventus dan bersiap untuk merencanakan masa depan bersama dengan para petinggi klub dalam waktu dekat. Pernyataan Allegri ini bisa dibilang untuk menepis anggapan bahwa dirinya akan meninggalkan Juventus dalam waktu dekat ini. Padahal, Allegri masih memiliki sisa kontrak selama dua musim lagi bersama Si Nyonya Tua.

Kegagalan Juventus menembus babak semifinal Liga Champions Eropa membuat spekulasi tentang masa depan Allegri bermunculan. Ada yang menyebut jika pelatih berpengalaman tersebut akan hengkang ke klub lain di akhir musim ini. Premier League disebut-sebut sebagai destinasi baru Allegri. Sudah ada dua klub yang dikabarkan siap menampung Allegri yakni Chelsea dan juga Arsenal.

Namun sang pelatih langsung membantah berbagai macam spekulasi yang datang. Menurut Allegri, dirinya sudah punya niatan untuk membangun kembali Juventus dalam beberapa tahun ke depan. Oleh sebab itu, besar kemungkinan jika Max Allegri akan tetap bertahan di Juventus Stadium.

“Saya memiliki kontrak bersama Juventus hingga tahun 2020 dan saya sangat senang berada disini. Saya berada dalam harmoni yang sama dengan Juventus. Saya pergi berlibur ketika bursa transfer dibuka karena saya sangat percaya sepenuhnya kepada klub,” ujar Allegri.

Tugas Allegri musim ini belum usai. Dia harus bisa membawa Il Bianconerri meraih dua gelar domestik yakni Serie A dan juga Coppa Italia. Di ajang Coppa Italia, Juventus akan berhadapan dengan AC Milan di partai final. Sementara di ajang Serie A Italia, Juventus masih bersaing ketat dengan Napoli.

“Kami masih harus mencapai beberapa objektif. Jika kami gagal meraih gelar Scudetto Serie A dan Coppa Italia, mereka mungkin tidak menginginkan saya lagi. Kita akan membicarakan hal itu seperti biasanya, setiap tahunnya. Tidak ada perbedaan,” tambah mantan pelatih AC Milan tersebut.

Di bawah kendali Max Allegri, Juventus berhasil mempertahankan status sebagai penguasa Serie A Italia. Allegri berhasil meneruskan dan membangun pondasi yang sebelumnya sudah diletakkan oleh pelatih Juventus sebelumnya, Antonio Conte. Maka tidak heran jika manajemen Juventus diyakini akan terus mempertahankan Allegri dalam jangka waktu yang lama.

Tags, , ,

Prediksi Pertandingan Juventus vs Torino 23 September 2017

Prediksi Pertandingan Juventus vs Torino 23 September 2017

Laga seru akan terjadi di pekan keenam Serie A Italia ketika tuan rumah Juventus akan berhadapan dengan Torino. Duel yang bertajuk duel Turin ini akan diselenggarakan pada hari Minggu (24/7/2017) di Allianz Stadium, markas Juventus. Laga ini akan berjalan dengan sangat seru dan menarik karena kedua tim sama-sama belum terkalahkan di Liga Italia musim ini.

Juventus bertekad mempertahankan gelar Serie A Italia untuk kali ketujuh secara beruntun. Usaha terssebut cukup terlihat di awal musim ini. Juve selalu meraih kemenangan di lima laga perdananya musim ini di Liga Italia. Namun Juventus masih tertahan di peringkat kedua klasemen di bawah Napoli yang unggul dalam hal produktivitas gol.

Menghadapi saudara sekota, Juventus tentu tak ingin malu. Derby selalu menyajikan gengsi yang tinggi sehingga mau tidak mau harus dimenangkan. Musim lalu, Juventus sempat ditahan imbang oleh Torino. Hal tersebut tentu tak ingin terulang bagi para pendukung Juventus. Kemenangan di pertandingan ini adalah sebuah kewajiban.

Paolo Dybala masih akan jadi tumpuan utama di lini depan Juventus. Top skor sementara Serie A Italia tersebut akan menghuni lini depan bersama dengan Gonzalo Higuain dan Douglas Costa. Pelatih Juventus, Max Allegri akan memaksimalkan kegesitan Dybala dan Douglas Costa yang akan menyisir lini sayap.

Untuk lapangan tengah, nama Miralem Pjanic akan tetap jadi pilihan utama. Selain Pjanic, Juve bisa memasang Rodrigo Bentacur, Sami Khedira serta Juan Cuardado. Sementara di lini pertahanan ada sosok berpengalaman, Gigi Buffon yang akan ditemani oleh Andrea Barzagli, Mehdi Benatia serta Benedict Howedes.

Torino sendiri tak akan gentar meski akan bertanding di hadapan puluhan ribu pendukung lawan. Skuad yang diarsiteki oleh Sinisa Mihaljovic ini akan menurunkan semua pemain terbaiknya seperti Andrea Belotti, Mbaye Niang, Ada Ljajic, Lorenzo Di Silvestri dan juga Salvatore Sirigu. Meski berat, Torino tetap menargetkan kemenangan.

Laga Derby Turin ini dipastikan akan berjalan dengan sangat menarik. Seperti laga-laga yang sudah pernah terjadi, pertandingan antara Juventus dan Torino akan berjalan dengan sangat keras. Kedua tim akan berusaha keras untuk mempecundangi satu sama lain.

Tags, , , ,

AC Milan Masih Berada di Belakang Juventus dan Napoli

AC Milan Masih Berada di Belakang Juventus dan Napoli

Bek baru AC Milan, Leonardo Bonucci mengatakan jika perjalanan Il Rossoneri untuk menjadi tim juara telah dimulai. Namun palang pintu timnas Italia tersebut merasa AC Milan masih tertinggal oleh dua tim kuat Italia lainnya yakni Juventus dan Napoli. Menurut Bonucci, Milan berhasil tumbuh menjadi tim yang solid namun masih ada di belakang Juventus dan Napoli.

AC Milan melakukan start sempurna di awal musim Serie A 2017/2018. Dari dua laga awal yang sudah dijalani, Milan berhasil meraih dua kemenangan. Hasil tersebut menempatkan Il Rossoneri di papan atas klasemen sementara Liga Italia bersama dengan Juventus, Napoli dan Inter Milan. Meski menang dua kali beruntun, masih banyak hal yang musti ditingkatkan oleh Milan.

Masih banyak persoalan yang musti diselesaikan oleh pelatih AC Milan, Vincenzo Montella. Salah satunya adalah mensinergikan pemain-pemain baru yang direkrut pada bursa transfer musim panas kali ini. Nama-nama baru seperti Andre Silva, Hakan Cahlnoglu, Lucas Biglia, Frank Kessie, Ricardo Rodriguez, Nikola Kalinic hingga Leonardo Bonucci harus bisa menyatu dalam waktu yang singkat.

Namun Leonardo Bonucci yang langsung diangkat sebagai kapten AC Milan beranggapan jika tim yang kini diperkuatnya sudah menunjukkan pertumbuhan yang sangat bagus. Meski begitu, AC Milan masih harus berjuang dengan sangat keras untuk bisa mengejar Juventus dan Napoli.

“Perjalanan kami untuk tumbuh sebagai tim kuat telah dimulai. Para pemain menunjukkan semangat dan pengorbanan yang tinggi. Kami harus bisa tumbuh dari waktu ke waktu. Perjalanan ini akan membuat AC Milan menjadi tim yang hebat lagi,” ujar Bonucci.

“Kami baru saja memulai. Kami perlu untuk tumbuh dan berkembang agar bisa menjadi sebuah tim yang solid. Kami tidak bisa terus-terusan melihat tim lain karena Juventus dan Napoli berada sedikit di depan kami. Kami harus melihat diri sendiri, menjadi sebuah grup dan tidak meninggalkan apapun di belakang,” tambah eks pemain Inter Milan dan Juventus tersebut.

Start bagus yang dilakukan AC Milan membuat mereka sangat dijagokan untuk bisa mengganggu dominasi Juventus di Italia. Dengan semangat dan perjuangan tak kenal lelah, target untuk menghentikan dominasi Juve bisa saja terlaksana.

Tags, , , ,

Buffon Jagokan AC Milan jadi Calon Juara Serie A

Buffon Jagokan AC Milan jadi Calon Juara Serie A

Kapten Juventus, Gianlugi Buffon menjagokan AC Milan sebagai salah satu tim yang paling berpeluang untuk menganggu dominasi Juventus di ajang Serie A Italia. Pembelian besar-besaran yang dilakukan oleh Milan awal musim ini membuat mereka layak disandingkan dengan Juventus sebagai calon terkuat peraih gelar Scudetto Serie A Italia.

Transformasi AC Milan di musim baru ini ditandai dengan kepindahan mengejutkan bek timnas Italia, Leonardo Bonucci. Milan secara mengejutkan berhasil mendaratkan Bonucci dari Juventus dengan harga 40 juta Euro. Jika ditotal, AC Milan telah mendatangkan 10 pemain baru di bursa transfer musim panas kali ini.

Melihat perkembangan serta aktivitas transfer yang dilakukan oleh AC Milan, Gianluigi Buffon yakin jika klub yang berjuluk Il Rossoneri tersebut layak dijagokan sebagai calon juara Serie A musim ini. Secara khusus, Buffon juga yakin jika Leonardo Bonucci akan memberikan penampilan terbaiknya kepada AC Milan.

“Leonardo Bonucci merasa membutuhkan tantangan baru dan AC Milan memberikan hal itu. Apakah Milan menjadi salah satu pesaing? saya pikir begitu. Saya ingin melihat liga yang berjalan dengan cukup seimbang. Anda akan melihat kualitas sebuah tim yang jarang mendapatkan kesulitan. Hal itu akan membuat Serie A Italia menjadi lebih enak untuk ditonton dalam hal kompetisi,” ungkap Buffon.

Kepindahan Leonardo Bonucci memang sangat mengejutkan. Sebagai pemain kunci Juventus dalam tujuh musim terakhir, tidak ada yang menduga jika Bonucci memilih untuk mengakhiri kebersamaannya dan bergabung dengan AC Milan. Bergabungnya Bonucci tentu akan membuat kekuatan AC Milan berlipat ganda.

Tak hanya Bonucci, AC Milan juga melakukan sejumlah pembelian pemain berkualitas di jendela transfer musim panas ini. Di sektor lini belakang ada nama Leonardo Bonucci, Matteo Musacchio dan Ricardo Rodriguez. Di lapangan tengah, ada nama Lucas Biglia, Hakan Cahlnoglu dan Frank Kessie. Sementara di area penyerangan ada Andre Silva dan Fabio Borini.

Seperti kata Gigi Buffon, AC Milan akan menjadi penantang utama Juventus dalam perebutan gelar juara Serie A Italia musim ini. Kebangkitan AC Milan harus sangat diwaspadai oleh juara bertahan Serie A, Juventus.

Tags, , ,

Bonucci Tidak Dianggap Selama di Juventus

Bonucci Tidak Dianggap Selama di Juventus

Terjawab sudah alasan utama hengkangnya Leonardo Bonucci ke AC Milan dari Juventus. Bek tengah timnas Italia tersebut membuat keputusan besar dengan memilih bergabung ke Milan setelah tujuh musim membela Juventus. Sang pemain pun mengutarakan alasannya pindah dari Juventus. Menurut Bonucci, dirinya merasa tak dianggap penting ketika masih berseragam Bianconerri.

Bonucci membuat kehebohan ketika menerima tawaran AC Milan pada bursa transfer musim panas 2017/2018. Milan diharuskan membayar 40 juta Euro untuk menggaet bek tangguh yang juga andalan timnas Italia ini. Hengkangnya Bonucci cukup mengejutkan karena selama ini dirinya menjadi bagian penting dari kesuksesan Si Nyonya Tua dalam beberapa musim terakhir.

Teka-teki mengenai alasan utama kepindahan Bonucci pun menyeruak ke permukaan. Ada yang menyebut jika kepindahannya disebabkan oleh ketidakharmonisan dengan pelatih Juve, Max Allegri. Namun sang pemain akhirnya menjawab kenapa dirinya memilih pergi dari Juventus. Menurutnya, selama membela Juve dirinya merasa tak dianggap penting.

“Banyak orang mengira jika kepindahan saya karena perseteruan dengan pelatih, tapi pada kenyataannya adalah itu hanya bentuk kekecewaan terakhir. Ada situasi yang sudah terjadi sebelum hal itu. Untuk memberikan 100 persen, saya perlu merasa penting dalam tim, sesuatu yang sulit saya dapatkan ketika membela Juventus dan ketika bugar,” ungkap Bonucci

Ketika disinggung mengenai hinaan yang akan diterimanya dari pendukung Juve ketika bertandang ke Juventus Stadium, Bonucci mengaku sangat siap. Menurutnya, hinaan yang ditujukan kepadanya justru akan membuat Bonucci semakin bersemangat untuk tampil garang di lapangan. Sang pemain pun siap dengan segala macam teror yang akan diterimanya.

“Mereka (fans Juventus) harus tahu bahwa, sama seperti hinaan yang saya dapatkan ketika masih membela Juventus akan membuat saya semakin semangat, hal itu juga akan terjadi jika mereka menghina saya,” tambah Bonucci.

Bonucci sendiri siap mengukir sejarah bersama dengan AC Milan. Pembelian besar-besaran yang dilakukan oleh Milan membuat skuad yang diasuh oleh Vincenzo Montella tersebut berpeluang besar untuk meruntuhkan dominasi Juventus di ajang Serie A Italia. Bonucci pun siap menjadi bagian dari kesuksesan Il Rossoneri.

 

Tags, , ,

Bonucci Tak Ucapkan Salam Perpisahan kepada Pelatih Juve

Bonucci Tak Ucapkan Salam Perpisahan kepada Pelatih Juve

Usai resmi pindah ke AC Milan, Leonardo Bonucci akhirnya mengucapkan salam perpisahan kepada seluruh punggawa Juventus, mulai dari rekan setim hingga suporter. Satu-satunya sosok yang luput dari ucapan perpisahan Bonucci adalah pelatih Juventus, Massimiliano Allegri. Hal ini semakin membuktikan bahwa ada hubungan yang renggang antara Bonucci dengan Max Allegri.

Milan dikabarkan membayar 40 juta Euro untuk mendaratkan Leonardo Bonucci di San Siro. Pemain berusia 30 tahun tersebut akan menandatangani kontrak berdurasi 5 tahun bersama dengan Milan. Kepindahan Bonucci ini sebenarnya sangat mengejutkan karena sebelumnya tidak ada indikasi jika dirinya akan hengkang dari Si Nyonya Tua.

Setelah resmi hengkang dari Juventus, sang pemain memberikan pernyataan resmi mengenai kepindahannya tersebut. Dalam pernyataan tersebut, Bonucci mengucapkan banyak terima kasih kepada Juventus, para pemain dan juga suporternya. Namun, Bonucci tidak menyebut nama Allegri dalam pernyataannya tersebut.

“Tujuh musim telah berlalu, tujuh musim kemenangan, mimpi yang terwujud dan ikatan dengan Juve yang tak bisa dimentahkan. Disana ada sebuah penyesalan karena tidak bisa memenangkan Liga Champions, namun saya bangga karena telah menjadi bagian dari keluarga besar ini,”

“Saya selalu memberikan yang terbaik hingga akhir. Hari ini, melihat kembali ke belakang, saya melihat cerita luar biasa, sangat layak dihormati. Saya berterima kasih kepada klub, kapten, rekan setim dan juga para suporter. Cerita yang sangat indah. Terima kasih untuk semuanya, Juventus,” bunyi pernyataan Leonardo Bonucci.

Tak disebutnya pelatih Juventus dalam pernyataan tersebut membuat kabar mengenai keretakan hubungan Bonucci dengan Allegri bisa benar-benar terjadi. Semuanya berawal dari perseteruan Bonucci dengan Allegri beberapa bulan silam, tepatnya jelang laga melawan Palermo. Perselisihan tersebut membuat Bonucci tak dimainkan oleh Allegri. Hal tersebut diyakini menjadi pemicu kepindahan Bonucci ke AC Milan.

Leonardo Bonucci berhasil menorehkan prestasi gemilang ketika berseragam Juventus. Selama tujuh musim membela Juve, Bonucci berhasil mempersembahkan gelar Scudetto Serie A Italia enam kali secara beruntun. Kemampuan serta pengalaman yang dimilikinya membuat Bonucci akan menjadi pemain vital dalam skuad AC Milan musim 2017/2018.

Tags, , ,