Tag Archive Timnas Jerman

Jadwal Pertandingan Italia vs Jerman 16 November 2016

Jadwal Pertandingan Italia vs Jerman 16 November 2016

Duel sarat gengsi akan tersaji di stadion Giuseppe Meazza, kota Milan. Timnas Italia yang bertindak sebagai tuan rumah akan menjamu juara bertahan Piala Dunia, Jerman dalam pertandingan persahabatan. Laga ini sendiri akan dilangsungkan pada hari Rabu (16/11/2016). Ini adalah duel antara dua timnas tersukses Eropa.

Kedua tim sama-sama meraih kemenangan di ajang kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa. Italia berhasil menghempaskan tuan rumah Liechtenstein dengan skor telak 4-0. Sementara di laga lainnya, Jerman juga berhasil menggunduli tuan rumah San Marino dengan skor besar 8-0. Bermodal kemenangan tersebut, kedua tim akan saling berjibaku di laga ini.

Italia yang kini diarsiteki oleh Giampiero Ventura masih mencari jati diri. Ventura masih meneruskan warisan yang telah ditinggalkan oleh pelatih Italia sebelumnya, Antonio Conte. Namun, pelan tapi pasti Ventura telah menemukan formasi yang tepat bagi Gli Azzurri. Ventura dengan berani menerapka formasi menyerang 4-2-4.

Formasi ini tentu tak umum bagi publik sepakbola Italia yang mengagungkan sepakbola bertahan. Ventura dengan berani menurunkan empat pemain bertipe menyerang sekaligus. Di lini depan ada nama Ciro Immobile dan Andrea Belotti. Di sisi sayap ada Antonio Candreva dan Allesandro Florenzi.

Namun, Italia juga tak akan melupakan lini pertahanannya. Di laga persahabatan ini, Ventura kemungkinan akan mencadangkan Gianluigi Buffon dan menurunkan penjaga gawang muda asal AC Milan, Gianlugi Donnararuma.

Sementara itu, kubu Der Panser Jerman akan menurunkan mayoritas pemain mudanya di laga ini. Joachim Low memang dikenal sebagai pelatih yang sering memberikan kesempata kepada para pemain mudanya. Di pertandingan melawan San Marino lalu, Sergi Gnabry yang menjalani debut di usia 21 tahun sukses mencetak hattrick. Hal itu tentu ingin diulangi oleh Low.

Selain Gnabry, Jerman juga memiliki stok pemain muda berkualitas yang cukup banyak. Ada Kevin Volland di lini serang. Di lini tengah ada Max Meyer, Julian Weigl, Leon Goretzka dan Gerhardt. Sementara di lini belakang ada Jeremy Tah dan Shokodran Mustafi.

Meski hanya bertajuk sebagai pertandingan persahabatan, laga antara Italia dan Jerman ini diyakini akan berjalan dengan sangat seru. Kedua akan menyuguhkan tontonan sepakbola kelas dunia yang bisa dinikmati oleh semua orang.

Tags, , ,

Jerman Bukan Lawan Norwegia

Jerman Bukan Lawan Norwegia

Juara bertahan Piala Dunia, Jerman berhasil memetik kemenangan telak dengan skor 3-0 atas Norwegia dalam kualifikasi Piala Dunia 2018 Russia. Bertandang ke kandang Norwegia di Oslo, Minggu (4/9/2015), Jerman tak kesulitan untuk menghadapi tuan rumah. Kemenangan ini menjadi awal yang baik bagi Der Panser dalam upaya mempertahankan gelar juara Piala Dunia.

Pelatih Jerman, Joachim Low harus berterima kasih kepada duo pemain Bayern Munchen, Thomas Muller dan Joshua Kimmich. Kedua pemain tersebut berhasil memborong semua gol Jerman di pertandingan tersebut. Muller sukses mencetak dua gol, sedangkan satu gol lagi disumbangkan oleh Kimmich.

Bermain di Ullevaal Stadion kandang Norwegia, Jerman menurunkan kekuatan penuh. Bintang-bintang timnas Jerman diturunkan di laga tersebut seperti Mesut Ozil, Menuel Neuer, Matt Hummels, Thomas Muller hingga Mario Gotze.

Sejak pertandingan dimulai, Jerman langsung mendominasi permainan. Lini tengah berhasil dikuasai oleh anak asuhan Joachim Low tersebut. Jerman akhirnya bisa membuka keunggulan ketika laga memasuki menit ke-15. Sepakan Thomas Muller berhasil menghujam gawang Norwegia yang dijaga oleh Jarstein.

Thomas Muller kemudian menjadi kreator dari terciptanya gol kedua Jerman di pertandingan tersebut. Umpannya berhasil dikonversi menjadi gol oleh Joshua Kimmich di menit ke-45 babak pertama. Skor 2-0 untuk keunggulan Jerman pun bertahan hingga turun minum.

Di paruh kedua, Jerman masih tetap mendominasi permainan. Norwegia dipaksa bermain di pertahanannya sendiri. Der Panser sendiri akhirnya berhasil memperbesar keunggulan di menit ke-60, lagi-lagi melalui Thomas Muller. Kali ini, Muller berhasil memanfaatkan umpan dari Sami Khedira untuk mencatatkan namanya kembali di papan skor.

Unggul tiga gol membuat Jerman mengendurkan serangannya. Meski Jerman tak terlalu agresif setelah unggul tigal gol, Norwegia tetap saja tak bisa mengejar ketertinggalan. Hingga peluit panjang dibunyikan oleh wasit, skor 3-0 untuk kemenangan Jerman tetap bertahan.

Kemenangan ini menjadi awal yang bagus bagi timnas Jerman dalam upayanya untuk mempertahankan gelar juara Piala Dunia di Russia tahun 2018 nanti. Sebelumnya, Jerman gagal mengawinkan gelar Piala Dunia dan Piala Eropa setelah di ajang Euro 2016 lalu mereka tersingkir di babak semifinal.

Tags, ,

Gundogan Sebut Jerman sebagai Tim Terbaik

Gelandang baru Manchester City dan timnas Jerman, Ilkay Gundogan, mengatakan bahwa Jerman adalah tim terbaik di Euro 2016 setelah berhasil mengalahkan Italia. Gundogan yang tak dipanggil ke dalam 23 nama skuad utama Jerman di perhelatan Euro 2016 tersebut yakin bila Der Panser bisa menjadi juara Piala Eropa 2016.

Menurut Gundogan, kemenangan atas Italia mengukuhkan dominasi Jerman di Eropa sekaligus menegaskan predikat Jerman sebagai juara dunia. Meski hanya bisa menonton rekan-rekannya bertanding, Gundogan tetap senang ketika melihat Jerman berjaya di ajang Euro 2016 Perancis.

“Tidak mudah bagi saya karena tidak berada dalam tim, tapi saya mendoakan agar tim Jerman mendapatkan hasil yang maksimal. Saya tahu, semua pemain, pelatih, dan semua staff layak mendapatkan yang terbaik. Mereka adalah tim terbaik di Euro dan mereka layak untuk berada di semifinal,” ujar Gundogan.

Ilkay Gundogan gagal masuk ke dalam daftar 23 nama pemain yang dibawa Joachim Low ke Perancis. Hal ini karena mantan gelandang Borussia Dortmund tersebut belum 100% pulih dari cedera. Gundogan pun menyimpan kesedihan tersendiri karena tidak bisa berada di dalam tim.

“Saya mendukung penuh perjuangan mereka dan berharap mereka menang, tapi tak selalu mudah untuk melihat mereka bermain dengan baik dari luar dan tidak menjadi bagian dari tim tersebut,” tambah gelandang keturunan Turki tersebut.

Hingga saat ini, Ilkay Gundogan masih dibekap cedera dan sedang berada dalam tahap pemulihan. Pemain yang baru saja dibeli Manchester City dari Borussia Dortmund denga harga 21 juta Pounds tersebut menargetkan untuk bisa pulih dari cedera pada akhir bulan Agustus mendatang. Gundogan sendiri adalah pemain pertama yang dibeli City di era kepemimpinan Pep Guardiola.

Ilkay Gundogan adalah gelandang serba bisa yang bisa bermain di beberapa posisi. Hal itulah yang membuat Pep Guardiola tertarik untuk merekrutnya. Di Manchester City, Gundogan akan bahu membahu bersama dengan Yaya Toure, David Silva, dan Fernandinho di sektor lini tengah. Patut ditunggu bagaimana kiprah gelandang Jerman berusia 26 tahun ini di ajang Premier League.

Tags, ,

Euro 2016 : Italia Tersingkir dengan Kepala Tegak

Langkah Italia di ajang Euro 2016 Perancis akhirnya harus terhenti di tangan Jerman. Lewat pertarungan melelahkan, Jerman berhasil mengalahkan Italia lewat drama adu penalti. Mimpi publik Italia untuk melihat Gianluigi Buffon mengangkat trofi Piala Eropa pun sirna.

Selama turnamen berlangsung, Italia dan Antoio Conte mendapatkan pujian karena bermain sebagai satu kesatuan. Conte berhasil membangun tim Italia sebagai tim yang disegani meskipun tak memiliki pemain bintang. Bisa dibilang, Italia kalah dengan cara terhormat.

Antonio Conte sendiri mengungkapkan jika tak perlu malu karena kalah lewat adu tendangan penalti. Menurutnya, para pemain Italia sudah menunjukkan kelasnya di perhelatan Euro kali ini. Pelatih yang setelah ini akan mengarsiteki Chelsea tersebut bangga terhadap perjuangan anak buahnya.

“Tak perlu malu karena kalah lewat adu tendangan penalti melawan Jerman, kami pun sebenarnya juga bisa melaju lebih jauh. Saya sangat bangga dengan apa yang telah dilakukan oleh para pemain,” ujar mantan pelatih Juventus tersebut.

“Sang Juara Dunia merubah sistem permainannya untuk menghadapi kami dan hal itulah yang menjadi alasan untuk bangga. Kecewa? hanya di adu penalti, bukan kepada perjuangan dan kecintaan yang ditunjukkan kepada para pemain untuk jersey yang dipakainya. Para pemain telah memberikan segalanya,” tambah Conte.

Kebanggan serupa juga diungkapkan oleh Leonardo Bonucci. Bonucci menjadi pahlawan Italia ketika eksekusi penaltinya berhasil menjebol gawang Manuel Neuer jelang akhir laga. Namun sayang, di babak adu penalti tendangannya bisa dihentikan oleh Manuel Neuer. Bonucci menganggap bahwa Italia tersingkir dengan kepala tegak.

“Tersingkir dari turnamen selalu menyakitkan, tapi semua orang ini, mulai dari pelatih, presiden, hingga semua pemain, adalah individu-individu yang hebat. Kami memberikan segalanya di lapangan. Kami tersingkir dengan kepala tetap tegak dan saya bangga menjadi bagian dari tim ini,” ujar Leonardo Bonucci kepada awak media.

Meski gagal melangkah lebih jauh, Italia berhasil menunjukkan jati dirinya sebagai salah satu tim terkuat di Eropa. Meski minim pemain bintang, Gli Azzurri tetap berhasil menunjukkan statusnya sebagai peraih 4 kali Piala Dunia dan 1 kali Piala Eropa.

Tags, , ,